Kissinger Peringatkan Biden Soal China, AS Pontang-panting Cari Pengaruh

Kamis, 21 Juli 2022 - 00:30 WIB
loading...
A A A
Penjangkauan selama bertahun-tahun memuncak dalam kunjungan Nixon ke Beijing pada 1972.

Setelah itu China membuka ekonominya ke Barat, membuka jalan bagi pendakian negara itu ke status negara adidaya.

Sementara Kissinger mungkin telah memfasilitasi kebangkitan China ke tampuk kekuasaan, pemerintahan Donald Trump dan Biden telah berusaha melawan kenaikan ini.

Trump menuduh Beijing melakukan praktik perdagangan yang tidak adil dan memberlakukan tarif yang kaku pada impor China, sementara militer AS mencantumkan “tantangan (China) di Indo-Pasifik” sebagai prioritas nomor satu, klasifikasi yang tetap tidak berubah di era Biden.

Biden juga mempertahankan banyak tarif pendahulunya, dan telah membentuk pakta keamanan AUKUS dengan Inggris dan Australia serta pengaturan Mitra di Pasifik Biru (PBP) dengan Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Inggris.

Kedua aliansi yakni pakta keamanan formal AUKUS dan kesepakatan yang lebih informal PBP ditujukan untuk melawan pengaruh China di kawasan Indo-Pasifik.

Biden mengatakan pada Mei bahwa AS akan melakukan intervensi militer jika China menginvasi Taiwan.

Apakah disengaja atau tidak disengaja, pernyataannya melanggar kebijakan “Satu China” Gedung Putih, komunike tahun 1972 yang dirancang Departemen Luar Negeri Kissinger yang mengakui, tetapi tidak mendukung, kedaulatan China atas pulau itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
Sultan Brunei Rombak...
Sultan Brunei Rombak Kabinet, Angkat Putranya Pangeran Abdul Mateen Jadi Menlu
Rekomendasi
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Tak Hanya Cantik, Audisi...
Tak Hanya Cantik, Audisi Miss Indonesia 2026 Mencari Talenta Terbaik Mulai dari Manner Impressive hingga Smart Social
Berita Terkini
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved