Pilih Netral, Swiss Tolak Rawat Warga Ukraina yang Terluka

Selasa, 19 Juli 2022 - 17:08 WIB
loading...
Pilih Netral, Swiss...
Swiss menolak permintaan untuk merawat warga Ukraina yang terluka dengan alasan bahwa tindakan itu akan melanggar status netralnya. Foto/republic world
A A A
BERN - Surat kabar Swiss , Tages Anzeiger, awak pekan ini melaporkanbahwa pemerintah negara itu telah menolak permintaan untuk merawat warga Ukraina yang terluka dengan alasan bahwa tindakan itu akan melanggar status netralnya. Permintaan itu sendiri diajukan oleh sebuah departemen di NATO .

Tages Anzeiger melaporkan Pusat Koordinasi Tanggap Bencana Euro-Atlantik dilaporkan menghubungi Layanan Medis Terkoordinasi (KSD) Angkatan Darat Swiss pada bulan Mei lalu. Blok militer itu mencari bantuan dari petugas medis Swiss dalam merawat tidak hanya tentara Ukraina tetapi juga warga sipil yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Pusat Koordinasi Tanggap Bencana Euro-Atlantik adalah sebuah struktur NATO yang saat ini mengoordinasikan evakuasi medis internasional dan perawatan orang-orang Ukraina yang terluka selama konflik yang sedang berlangsung antara Moskow dan Kiev.

Asosiasi penyedia layanan kesehatan nasional Swiss – konferensi direktur kesehatan wilayah (GDK) – kemudian mengatakan “pada dasarnya terbuka” untuk menerima orang Ukraina yang terluka ke fasilitas kesehatan Swiss. Kantor Kesehatan Federal juga mengisyaratkan persetujuannya.

Baca juga: Eks Komandan NATO Serukan Penghancuran Jembatan Terpanjang Eropa dengan Rudal Canggih AS

"Namun, pada pertengahan Juni, gagasan itu ditolak oleh Departemen Luar Negeri, yang mengatakan penerimaan semacam itu tidak mungkin dilakukan karena alasan hukum dan praktis,” bunyi laporan Tages Anzeiger yang dikutip Russia Today, Selasa (19/7/2022).

Media Swiss melaporkan di bawah Konvensi Jenewa yang diratifikasi oleh Bern, negara netral mungkin memperlakukan tentara yang ambil bagian dalam konflik antara negara ketiga tetapi kemudian harus memastikan mereka tidak dapat lagi mengambil bagian dalam tindakan perang.

"Jika tidak, negara seperti itu akan kehilangan status netralnya," laporan media Swiss menjelaskan.

Menurut surat kabar Swiss Blick, Bern berpotensi memenjarakan tentara Ukraina yang dirawatnya. "Pilihan lain adalah meminta Moskow untuk mengizinkan tentara yang pulih kembali ke Ukraina," tambah surat kabar itu.

Perlakuan terhadap warga sipil ternyata sama bermasalahnya dengan pihak berwenang Swiss dalam keadaan saat ini, menurut media negara itu.

Baca juga: Presiden Belarusia Tuding Barat Sedang Bersiap Serang Rusia

Direktur Direktorat Konsuler Departemen Luar Negeri Swiss, Johannes Matyassy, mengatakan kepada wartawan bahwa hampir tidak mungkin untuk membedakan antara warga sipil dan tentara ketika menyangkut Ukraina modern karena banyak warga sipil di Ukraina telah mengangkat senjata.

Menurut Departemen Luar Negeri Swiss, Bern tidak hanya mengatakan tidak tetapi menawarkan untuk memberikan bantuan di lapangan. Swiss berencana mengirim bantuan kemanusiaan untuk mendukung rumah sakit sipil di Ukraina, lapor media Swiss, menambahkan bahwa skala pasti dari bantuan ini masih didiskusikan.

Swiss – negara yang bangga akan netralitasnya – masih bergabung dengan beberapa sanksi barat terhadap Rusia atas operasi militernya di Ukraina.

Swiss berulang kali mencegah negara-negara Barat mengirim senjata dan amunisi buatannya ke Kiev. Pada bulan April, media lokal melaporkan, Swiss memblokir pengiriman amunisi yang digunakan oleh kendaraan tempur infanteri Marder Jerman ke Ukraina.

Pada awal Juni, Swiss juga menolak permintaan Denmark untuk mengekspor kembali kendaraan lapis baja buatan Swiss ke Kiev. Bern juga mengatakan bahwa negara-negara seperti Jerman atau Italia dapat mengirim senjata dengan komponen buatan Swiss ke Ukraina, tetapi hanya jika proporsi elemen buatan Swiss di dalamnya di bawah 50%.

Baca juga: Swiss Larang Anggota NATO Kirim Senjata ke Ukraina

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Mulai Tahun Depan, Grammy...
Mulai Tahun Depan, Grammy Awards Tambah Kategori Musik Pop Asia
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved