Dapat Pasokan Rudal AS, Ukraina Ingin Serang Crimea
Minggu, 17 Juli 2022 - 08:34 WIB
loading...
A
A
A
Ancaman itu datang sehari setelah Menteri Pertahanan Ukraina Alexey Reznikov mengumumkan bahwa Kiev telah menerima sistem MLRS M270 pertamanya. Pejabat itu tidak merinci apakah sistem itu telah dikerahkan di medan perang, atau dari mana tepatnya mereka tiba. Sebelumnya, London telah berjanji untuk memasok setidaknya tiga sistem dari jenis tersebut.
142 HIMARS dan M270 MLRS secara efektif adalah dua varian dari sistem yang sama. Tracked M270 tidak memiliki mobilitas seperti HIMARS yang berbasis truk, namun membawa dua kali tabung peluncur 277mm yaitu 12 berbanding enam.
Namun, sistem tersebut tidak memiliki jangkauan yang diperlukan untuk langsung menyerang Semenanjung Crimea. Bagaimanapun, sistem tersebut dapat dilengkapi dengan modul Army Tactical Missile System (ATACMS) untuk meluncurkan rudal yang lebih berat, dengan jangkauan hingga 300 kilometer.
Baca juga: Warganya Tewas sebagai Tawanan Perang Separatis Ukraina, Inggris Salahkan Rusia
Sementara Kiev berusaha mendapatkan amunisi jarak jauh seperti itu, Washington tampaknya enggan mengirimkannya karena khawatir akan digunakan untuk menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia dan meningkatkan konflik yang sedang berlangsung. Bagaimanapun, Crimea tampaknya menjadi kasus khusus, mengingat baik Washington maupun Kiev tidak mengakuinya sebagai bagian integral dari Rusia.
Crimea memilih untuk meninggalkan Ukraina dan bergabung dengan Rusia pada Maret 2014, menyusul kudeta Maidan yang didukung AS di Kiev.
142 HIMARS dan M270 MLRS secara efektif adalah dua varian dari sistem yang sama. Tracked M270 tidak memiliki mobilitas seperti HIMARS yang berbasis truk, namun membawa dua kali tabung peluncur 277mm yaitu 12 berbanding enam.
Namun, sistem tersebut tidak memiliki jangkauan yang diperlukan untuk langsung menyerang Semenanjung Crimea. Bagaimanapun, sistem tersebut dapat dilengkapi dengan modul Army Tactical Missile System (ATACMS) untuk meluncurkan rudal yang lebih berat, dengan jangkauan hingga 300 kilometer.
Baca juga: Warganya Tewas sebagai Tawanan Perang Separatis Ukraina, Inggris Salahkan Rusia
Sementara Kiev berusaha mendapatkan amunisi jarak jauh seperti itu, Washington tampaknya enggan mengirimkannya karena khawatir akan digunakan untuk menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia dan meningkatkan konflik yang sedang berlangsung. Bagaimanapun, Crimea tampaknya menjadi kasus khusus, mengingat baik Washington maupun Kiev tidak mengakuinya sebagai bagian integral dari Rusia.
Crimea memilih untuk meninggalkan Ukraina dan bergabung dengan Rusia pada Maret 2014, menyusul kudeta Maidan yang didukung AS di Kiev.
Lihat Juga :