Konflik Ukraina Adalah Perang Dunia Antara Rusia Lawan Barat
Kamis, 14 Juli 2022 - 23:30 WIB
loading...
Presiden Serbia Aleksander Vucic. Foto/Global Times
A
A
A
BEOGRADE - Konflik di Ukraina adalah Perang Dunia di mana Barat berperang melawan Rusia melalui tentara Ukraina. Hal itu diungkapkan Presiden Serbia Aleksander Vucic.
"Kita harus memahami bahwa di tengah perang dunia, semua pembicaraan yang merupakan perang regional atau lokal harus dibatalkan. Seluruh dunia Barat berperang melawan Rusia melalui Ukraina. Ini adalah konflik global," katanya dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi independen Serbia Pink seperti dikutip dari TASS, Kamis (14/7/2022).
Menurut pemimpin Serbia itu, situasi di Ukraina juga menceritakan apa yang terjadi di Balkan. Bagaimanapun, dia bersumpah, Serbia tidak akan menyia-nyiakan upaya untuk menjaga perdamaian di wilayah tersebut.
Baca juga: Separatis Ukraina Siap Eksekusi Tentara Asing, Termasuk Asal Inggris
Pada 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer khusus sebagai tanggapan atas permintaan bantuan oleh para kepala republik Donbass. Dia menekankan bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina, tetapi bertujuan untuk demiliterisasi dan denazifikasi negara tersebut. Setelah itu, negara-negara Barat memberlakukan sanksi keras terhadap Rusia.
"Kita harus memahami bahwa di tengah perang dunia, semua pembicaraan yang merupakan perang regional atau lokal harus dibatalkan. Seluruh dunia Barat berperang melawan Rusia melalui Ukraina. Ini adalah konflik global," katanya dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi independen Serbia Pink seperti dikutip dari TASS, Kamis (14/7/2022).
Menurut pemimpin Serbia itu, situasi di Ukraina juga menceritakan apa yang terjadi di Balkan. Bagaimanapun, dia bersumpah, Serbia tidak akan menyia-nyiakan upaya untuk menjaga perdamaian di wilayah tersebut.
Baca juga: Separatis Ukraina Siap Eksekusi Tentara Asing, Termasuk Asal Inggris
Pada 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer khusus sebagai tanggapan atas permintaan bantuan oleh para kepala republik Donbass. Dia menekankan bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina, tetapi bertujuan untuk demiliterisasi dan denazifikasi negara tersebut. Setelah itu, negara-negara Barat memberlakukan sanksi keras terhadap Rusia.
Lihat Juga :