Kalina, Senjata Laser Baru Rusia untuk Lumpuhkan Satelit Asing

Kamis, 14 Juli 2022 - 09:24 WIB
loading...
Kalina, Senjata Laser...
Rusia mengembangkan senjata laser baru bernama Kalina untuk melumpuhkan satelit asing. Foto/US National Archives
A A A
MOSKOW - Rusia sedang mengembangkan senjata laser baru bernama Kalina di pegunungan Greater Caucasus. Fungsinya untuk melumpuhkan satelit asing yang melewati wilayah Rusia.

Proyek Kalina diungkap The Space Review dalam laporan investigasinya yang dilansir Jerusalem Post, Kamis (14/7/2022).

Proyek Kalina, yang dimulai pada 2011, sedang berlangsung di kompleks surveillance ruang angkasa Krona yang terletak di puncak gunung Chapal.

Laporan investigasi itu diperkuat dengan analisis citra satelit terbaru dari Google Earth dan dokumen dari kontraktor industri Rusia.

Baca juga: Rusia Gunakan Senjata Laser, Zelensky Meledek: Senjata Ajaib

Tujuan Kalina, seperti yang tertulis dalam dokumen, adalah menciptakan sistem untuk penekanan fungsional sistem elektro-optik satelit menggunakan laser.

"Kompleks keamanan luar angkasa, seperti yang dijelaskan dalam dokumen 2017, adalah sistem kuantum-optik khusus yang akan digunakan untuk perang elektro-optik," kata Precision Instrument Systems (NPK SPP), perusahaan induk tempat para ilmuwan Rusia bernaung, yang diberi kontrak untuk proyek tersebut oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

Laporan The Space Review mengatakan proyek senjata laser Kalina telah tertunda beberapa kali dan kemajuannya sangat lambat.

Salah satu kemungkinan kemunduran muncul dalam bentuk likuidasi NPT Femto—perusahaan yang ditugaskan untuk mengembangkan sistem optik adaptif untuk proyek—pada tahun 2021.

Kalina juga kemungkinan tertunda oleh sanksi ekonomi yang dikenakan pada Rusia sejak pencaplokan Crimea tahun 2014 dan gelombang sanksi baru-baru ini yang dijatuhkan oleh Barat karena invasi Moskow ke Ukraina.

Kalina memiliki teleskop baru yang digunakan untuk mengarahkan sinar laser secara akurat ke satelit, ditempatkan di sebuah bangunan yang dibangun khusus untuk menahan gempa hingga magnitudo 7,0.

Cara kerjanya, sinar laser diarahkan melalui cermin dan masuk dan teleskop melalui lubang di sisinya, setelah itu dipantulkan kembali, menyebabkan mereka membentuk gambar objek yang ditargetkan dalam detektor.

Sementara teleskop, bersama dengan terowongan yang menghubungkannya ke laser optical locator (LOL) yang terletak di Krona, sudah terpasang, tidak mungkin untuk mengetahui berapa banyak perangkat keras internal yang dipasang.

Kalina adalah yang terbaru dari generasi baru sistem laser Rusia yang dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Peresvet, sistem laser mobile yang pertama kali diumumkan oleh Presiden Vladimir Putin pada 2018.

Rusia mengeklaim sudah mengoperasikan senjata laser bernama Zadira untuk menghancurkan drone dalam perangnya di Ukraina.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Sarwendah Undang Ruben...
Sarwendah Undang Ruben Onsu Bertemu 11 Juli, Konflik Keluarga Diharapkan Berakhir Damai
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Berita Terkini
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved