Sekjen PBB Serukan Israel Masuk Daftar Hitam Terkait Kematian Anak-anak Palestina

Rabu, 13 Juli 2022 - 20:59 WIB
loading...
Sekjen PBB Serukan Israel...
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres. Foto/REUTERS
A A A
NEW YORK - Israel harus masuk daftar hitam oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) jika terus melakukan kekerasan pada anak-anak Palestina pada tingkat yang sedemikian tinggi.

Seruan itu diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres pada Senin (11/7/2022), setelah publikasi laporan terbaru Badan Internasional tentang Anak-anak dan Konflik Bersenjata.

PBB memverifikasi 2.934 “pelanggaran berat” terhadap 1.208 anak Palestina dan sembilan anak Israel di Israel, Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur, dan Gaza.

Baca juga: Iran Sebut Biden Terapkan Kebijakan Israel di Kawasan Timur Tengah

Selain itu, pasukan Israel membunuh 78 anak-anak Palestina, membuat 982 orang cacat, dan menahan 637 orang, menurut laporan tersebut.

Laporan itu menambahkan 75% dari para tahanan di penjara Israel dilaporkan mengalami kekerasan fisik.

“Saya terkejut dengan jumlah anak-anak yang terbunuh dan cacat oleh pasukan Israel selama permusuhan, dalam serangan udara di daerah padat penduduk dan melalui penggunaan peluru tajam selama operasi penegakan hukum,” ungkap Sekjen PBB itu, dilansir RT.com pada Selasa (12/7/2022).

Baca juga: AS Dituding Hendak Bangun Kompleks Diplomatik di Tanah Warga Palestina

“Jika situasinya berulang pada tahun 2022, tanpa perbaikan yang berarti, Israel harus terdaftar,” tegas dia, mengacu pada “daftar hitam” yang ditemukan di akhir setiap laporan tahunan Anak-anak dan Konflik Bersenjata.

Israel belum dimasukkan dalam daftar hitam, yang ditujukan untuk menekan negara-negara yang disebutkan dan kelompok-kelompok bersenjata yang diketahui melanggar hak asasi anak-anak.

Beberapa diplomat telah menyatakan Israel bersama dengan Arab Saudi baru-baru ini menekan PBB untuk tidak memasukkan nama negara itu dalam daftar hitam.

Baca juga: John Bolton Mengaku Ikut Rancang Kudeta terhadap Para Pemimpin Asing

Laporan tahun 2021 menemukan total 2.515 anak terbunuh dan 5.555 cacat dalam semua konflik global sepanjang tahun, dengan 6.310 anak direkrut atau digunakan dalam konflik.

Sementara jumlah terburuk dilaporkan di Israel dan Palestina, Yaman, Suriah, Afghanistan, Republik Demokratik Kongo, dan Somalia juga memiliki jumlah pelanggaran yang tinggi.

Yaman merupakan negara di mana koalisi pimpinan Arab Saudi melanjutkan serangan meskipun ada gencatan senjata yang ditengahi PBB.

“Laporan edisi 2022 akan mencakup pelanggaran yang diverifikasi PBB di Ukraina, Ethiopia, dan Mozambik,” ungkap Guterres.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet menghitung 335 anak-anak diketahui tewas di Ukraina pada 3 Juli dan mengatakan angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.

Dia tidak merinci siapa yang harus disalahkan atas kematian tersebut. Pertempuran masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Balas Dendam, Iran Hujani...
Balas Dendam, Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain dengan Rudal dan Drone
Rekomendasi
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Berita Terkini
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Infografis
4 Alasan Israel Tega...
4 Alasan Israel Tega Membunuh Anak-Anak dan Ibu Hamil Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved