Ukraina Serang Kota Novaya Kakhovka, 200 Orang Butuh Bantuan Medis

Rabu, 13 Juli 2022 - 17:17 WIB
loading...
Ukraina Serang Kota...
Gedung hancur akibat serangan rudal pasukan Ukraina di kota Novaya Kakhovka. Foto/Telegram/hercon_ru
A A A
MOSKOW - Sekitar 200 orang meminta bantuan medis setelah mengalami luka-luka dalam serangan pasukan Ukraina yang menargetkan kota Novaya Kakhovka.

Pernyataan itu diungkapkan kepala pemerintahan setempat, Vladimir Leontyev, pada Selasa (12/7/2022).

Dia menambahkan, pihak berwenang setempat tidak menghitung "goresan kecil," mengacu pada luka ringan yang dirawat di tempat. “Sebanyak tujuh orang tewas dalam serangan yang dilakukan oleh pasukan Ukraina,” papar laporan media.

“Hari ini, 187 orang yang terluka (dalam serangan itu) mencari (bantuan medis),” ungkap Leontyev mengatakan kepada TASS.

Baca juga: Profil Alina Kabaeva, Mantan Pesenam Rusia yang Diduga Mengandung Anak Putin

Dia menambahkan pihak berwenang berhasil memberikan bantuan yang diperlukan hanya untuk 90 orang dari mereka.

“Gumpalan asap masih mengepul di atas daerah yang terkena serangan rudal Ukraina pada dini hari Selasa,” ujar seorang kepala administrasi lokal di wilayah Kherson mengatakan kepada TASS pada Selasa.

Dia menjelaskan, daerah itu masih diguncang oleh ledakan. “Serangan itu menghantam beberapa gudang di kota Novaya Kakhovka,” ungkap pihak berwenang setempat.

Baca juga: Kapal Perusak AS Berlayar Dekat Kepulauan Paracel, Langsung Diusir China

Fasilitas penyimpanan itu menampung, antara lain, saltpeter yakni zat serupa menyebabkan ledakan besar di Beirut pada tahun 2020, yang meratakan sebagian besar kota dan menewaskan ratusan orang.

“Di Novaya Kakhovka, selain mereka yang tewas, ledakan itu merusak rumah sakit dan gereja setempat dan menyebabkan lebih dari 270 orang kehilangan tempat tinggal,” ujar Leontyev.

Pihak berwenang Ukraina melaporkan gudang amunisi Rusia telah meledak di kota itu setelah menjadi sasaran pasukan Kiev.

“Tim darurat lokal dan personel militer masih membersihkan puing-puing dan membersihkan ranjau di daerah itu,” papar Leontyev, seraya menambahkan jumlah korban bisa meningkat.

“Banyak orang masih terjebak di bawah reruntuhan,” ungkap dia kepada TASS.

Menurut media Rusia, serangan Ukraina juga menghancurkan satu gudang di mana 35 ton bantuan kemanusiaan, termasuk makanan untuk penduduk kota, disimpan.

Menurut pihak berwenang setempat, ratusan rumah, beberapa taman kanak-kanak, dua sekolah, dan dua pasar rusak dalam serangan itu.

“Setidaknya dua blok apartemen sekarang tidak dapat diperbaiki dan harus dibongkar,” papar pemerintah kota, seraya menambahkan banyak rumah pribadi "hancur total."

“Satu pabrik lokal yang memproduksi peralatan untuk pembangkit listrik tenaga air juga dihancurkan,” ungkap Leontyev.

Kepala pemerintahan setempat mengecam serangan itu sebagai, “Tindakan teroris terhadap penduduk sipil.”

Pemerintah lokal menambahkan, “Itu adalah kejahatan yang akan masuk ke dalam buku-buku sejarah.”

“Sistem roket multi-peluncuran HIMARS buatan Amerika Serikat (AS) digunakan dalam serangan Ukraina,” klaim pihak berwenang setempat.

Menurut Pentagon, AS telah memberi Kiev delapan sistem HIMARS sejak awal konflik pada Februari.

Pekan lalu, pihak berwenang Rusia mengklaim mereka menghancurkan dua sistem roket ini di Republik Rakyat Donetsk (DPR).

Sehari sebelum penyerangan Novaya Kakhovka, otoritas di DPR menuduh pasukan Ukraina menggunakan sistem buatan AS dalam serangan yang menewaskan tiga warga sipil yang terlibat dalam misi kemanusiaan.

Novaya Kakhovka, pusat regional, berada di bawah kendali Rusia pada 24 Februari, hari pertama operasi militer Rusia di Ukraina.

Sebelumnya, tidak ada informasi di sumber terbuka bahwa ada gudang berisi saltpeter di kota itu.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved