Ukraina Butuh 3 Senjata Ini untuk Akhiri Invasi Rusia

Senin, 11 Juli 2022 - 10:08 WIB
loading...
Ukraina Butuh 3 Senjata...
HIMARS, sistem roket canggih AS yang dipasok ke Ukraina untuk melawan invasi Rusia. Ukraina merinci tiga senjata yang dibutuhkan untuk akhiri invasi Rusia. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Ukraina merinci tiga senjata yang dibutuhkan untuk mengakhiri invasi Rusia . Invasi diluncurkan atas perintah Presiden Vladimir Putin sejak 24 Februari lalu.

Rincian tiga senjata yang diinginkan Kiev itu disampaikan penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mykhailo Podolyak.

Podolyak, yang dikenal sebagai negoisator pembicaraan damai Ukraina, bicara soal kebutuhan senjata tersebut ketika pertempuran semakin berkecamuk wilayah Donbas, Ukraina timur.

"Apakah kita menginginkan titik balik dalam perang? Tiga komponen ...HIMARS untuk pangkalan belakang yang menargetkan presisi tinggi, logistik," tulis dia di Twitter.

Baca juga: Ukraina: 1 Juta Tentara Siap Rebut Lagi Wilayah Selatan dari Rusia

"Artileri berat di garis depan memungkinkan kesamaan jumlah. APC [pengangkut personel lapis baja] untuk tinju terobosan...Lebih banyak alat lebih cepat kita akan membersihkan tanah kita dari Rusia," paparnya, seperti dikutip dari Newsweek, Senin (11/7/2022).

Pernyataannya muncul tak lama setelah Presiden Joe Biden menandatangani paket senjata baru senilai USD400 juta untuk Ukraina, termasuk empat tambahan sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS).

Seorang pejabat senior pertahanan AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada Reuters bahwa HIMARS baru yang disediakan oleh Washington akan membuat jumlah total yang dioperasikan Kiev menjadi 12 unit.

Pejabat itu mengatakan bahwa dengan bantuan sistem tersebut, Ukraina telah berhasil menyerang lokasi pasukan Rusia di Ukraina, lebih dalam di belakang garis depan dan mengganggu kemampuan Moskow untuk melakukan operasi artileri.

AS mulai memasok Ukraina dengan HIMARS pada bulan Juni, setelah Ukraina mengatakan tidak akan menggunakan senjata itu untuk menyerang wilayah Rusia.

Podolyak mengatakan bulan lalu bahwa Ukraina membutuhkan 1.000 howitzer kaliber 155 mm, 300 MLRS (M270 Multiple Launch Rocket System), 500 tank, 2.000 kendaraan lapis baja, dan 1.000 drone, untuk mengakhiri perang.

“Tidak mungkin untuk mengatakan ini dalam beberapa kata, tetapi kami memiliki konsensus di Ukraina tentang masalah ini,” kata Podolyak.

"Jika kami menerima senjata berat dengan cukup cepat, perang tidak akan memakan waktu lebih dari tiga atau enam bulan lagi, dan jika semua persyaratan terpenuhi, kami berharap untuk merebut kembali wilayah kami."

“Jika ternyata seperti ini, Rusia tidak akan lagi berada dalam posisi mengancam Eropa dan mengganggu," imbuh dia.

"Kami berharap Ukraina akan menerima dukungan yang diperlukan untuk menahan diri melawan Rusia," katanya. "Untuk mengakhiri perang ini dengan benar, kami membutuhkan pasokan persenjataan berat dari mitra kami, dan kami membutuhkan kekalahan militer Rusia di barat dan selatan."

Sementara itu, Gubernur wilayah Luhansk timur, Sergey Haidai, mengatakan bahwa pasukan Rusia berhasil "meningkatkan neraka yang sebenarnya" ketika mereka mendekati perbatasan dengan wilayah Donetsk.

Para pejabat Ukraina pada hari Minggu mengatakan pasukan Rusia telah menyerang sebuah blok apartemen di Chasiv Yar, sebuah kota dekat kota Kramatorsk, di wilayah Donetsk, menewaskan sedikitnya 15 orang dan membuat sekitar 20 orang lainnya terjebak di bawah reruntuhan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Menteri Israel Kecam...
Menteri Israel Kecam AS karena Berdamai dengan Iran: Perilaku Tak Baik!
Rekomendasi
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Qatar Tersingkir dari...
Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina Jaga Kans Lolos ke 32 Besar
Berita Terkini
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved