Balas Dendam, Sekutu Putin Serukan Rusia Rebut Alaska dari AS

Sabtu, 09 Juli 2022 - 19:23 WIB
loading...
Balas Dendam, Sekutu...
Vyacheslav Volodin, politisi sekutu Presiden Vladimir Putin, menyerukan Rusia merebut kembali Alaska dari Amerika Serikat. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Vyacheslav Volodin, politisi sekutu Presiden Vladimir Putin, membuat heboh dengan seruannya agar Rusia merebut kembali Alaska dari Amerika Serikat (AS) . Seruan itu muncul di tengah ketegangan kedua negara atas perang di Ukraina.

Seruannya, yang sedang jadi sorotan media-media Barat, dianggap sebagai pembalasan atas tindakan Washington yang berupaya merampas aset-aset Rusia di luar negeri.

Volodin, KetuaDuma(Parlemen) Rusia, sebelumnya adalah ajudan Putin. Dia membuat seruan kontroversial itu pada Rabu lalu.

Dia mengatakan Washington harus ingat bahwa Alaska adalah bagian dari Rusia ketika Amerika membekukan aset Rusia—saat itu masih bernama Kekaisaran Rusia—, seperti yang dilakukan saat ini di mana tujuan Amerika adalah menghukum Kremlin atas invasinya ke Ukraina.

Baca juga: Putin Tantang Barat di Medan Perang: Biarkan Mereka Mencoba!

Kekaisaran Rusia pernah berkuasa atas Alaska dan mendirikan beberapa pemukiman di sana sampai AS membelinya dari kekaisaran tersebut pada tahun 1867, seharga USD7,2 juta.

"Ketika mereka mencoba untuk mengambil aset kami di luar negeri, mereka harus menyadari bahwa kami juga memiliki sesuatu untuk diklaim kembali," kata Volodin dalam pertemuan dengan anggota Parlemen Rusia, seperti dikutip dari The Independent, Sabtu (9/7/2022).

Ini bukan pertama kalinya politisi Rusia mengangkat prospek Alaska kembali ke kendali Rusia.

Pada bulan Maret, anggota Duma Rusia Oleg Matveychev mengatakan kepada sebuah program televisi bahwa Kremlin harus memikirkan reparasi dari ASatas sanksi yang dikenakan pada Rusia setelah perangnya di Ukraina, termasuk menyerahkan Alaska.

“Kita harus memikirkan reparasi dari kerusakan yang disebabkan oleh sanksi dan perang itu sendiri,” kata Matveychev kepada Russia1, televisi yang dikendalikan Kremlin. “Karena itu juga membutuhkan uang dan kita harus mendapatkannya kembali.”

Ditanya apakah itu termasuk Alaska dan bekas pemukiman Rusia di California, Mateychev mengatakan kepada tuan rumah program televisi Vladimir Soloviev bahwa dia ingin semua properti Rusia dikembalikan setelah banyak sanksi dijatuhkan pada Rusia karena menyerang Ukraina.

"Itu termasuk Kekaisaran Rusia, Uni Soviet dan Rusia saat ini, yang telah direbut di Amerika Serikat, dan seterusnya...Serta Antartika...Kami menemukannya, jadi itu milik kami," kata Matveychev.

Presiden Putin sudah lama mengatakan bahwa dia tidak tertarik dengan gagasan untuk merebut kembali Alaska dari AS.

Selama konferensi tanya jawab tahunan dengan rakyatnya pada 2014 misalnya, Putin ditanya tentang mengambil kembali wilayah Alaska. Penanya Faina Ivanovna mengatakan kepadanya bahwa itu adalah sesuatu yang akan sangat senang dilihat oleh orang Rusia.

"Mengapa Anda membutuhkan Alaska?" Putin menanggapi.

"Ngomong-ngomong, Alaska dijual sekitar abad ke-19. Louisiana dijual ke Amerika Serikat oleh Prancis pada waktu yang hampir bersamaan. Ribuan kilometer persegi dijual seharga USD7,2 juta, meskipun dalam bentuk emas."

Dia menyebut pembelian itu murah dan mengatakan orang-orang seharusnya tidak sibuk memikirkan Alaska.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Bisa Tetap Berkarya!...
Bisa Tetap Berkarya! Ini Tips Menjaga Kualitas Hidup Setelah Pensiun
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved