Jenderal AS Resah Persenjataan China Berkembang 5 Kali Lebih Cepat
Sabtu, 09 Juli 2022 - 16:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Coba Redakan Ketegangan, Diplomat Top AS dan China Bertemu di Bali
“Dalam lingkungan ini hari ini, itu benar-benar akan membunuh kita,” kata Holt, yang dilansir dari Russia Today, Sabtu (9/7/2022).
Misalnya, kata Holt, proses penganggaran yang tidak fleksibel mengharuskan petugas untuk mengetahui empat tahun sebelumnya jenis teknologi apa yang akan mereka butuhkan, dan mereka secara hukum dilarang melakukan penyesuaian untuk membelanjakan uang secara lebih efektif selama tahun alokasi kecuali jika mereka melalui proses revisi yang rumit di Kongres.
"Sistem ini menciptakan insentif yang salah untuk membelanjakan semua uang secepat mungkin dalam batasan sempit tentang bagaimana hal itu dianggarkan," ujarnya.
AS menghabiskan lebih banyak untuk pertahanan daripada gabungan sembilan anggaran militer terbesar negara dunia lainnya.
"Amerika perlu memiliki rasa urgensi tentang persaingan kekuatan besar karena China berperang melawan sistem internasional yang dibentuk setelah Perang Dunia II," kata Holt.
“Dalam lingkungan ini hari ini, itu benar-benar akan membunuh kita,” kata Holt, yang dilansir dari Russia Today, Sabtu (9/7/2022).
Misalnya, kata Holt, proses penganggaran yang tidak fleksibel mengharuskan petugas untuk mengetahui empat tahun sebelumnya jenis teknologi apa yang akan mereka butuhkan, dan mereka secara hukum dilarang melakukan penyesuaian untuk membelanjakan uang secara lebih efektif selama tahun alokasi kecuali jika mereka melalui proses revisi yang rumit di Kongres.
"Sistem ini menciptakan insentif yang salah untuk membelanjakan semua uang secepat mungkin dalam batasan sempit tentang bagaimana hal itu dianggarkan," ujarnya.
AS menghabiskan lebih banyak untuk pertahanan daripada gabungan sembilan anggaran militer terbesar negara dunia lainnya.
"Amerika perlu memiliki rasa urgensi tentang persaingan kekuatan besar karena China berperang melawan sistem internasional yang dibentuk setelah Perang Dunia II," kata Holt.
Lihat Juga :