PM Inggris Tolak Referendum Kemerdekaan Skotlandia

Kamis, 07 Juli 2022 - 14:55 WIB
loading...
PM Inggris Tolak Referendum...
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menolak permintaan Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon untuk mengadakan referendum. Foto/The Herald
A A A
LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menolak permintaan Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon untuk mengadakan referendum yang mengikat secara hukum untuk meninggalkan Inggris. Johnson mengatakan kepada Sturgeon bahwa kenaikan biaya, COVID-19, dan dukungan Inggris untuk Ukraina adalah masalah yang lebih penting.

Sturgeon bulan lalu mengumumkan bahwa referendum kemerdekaan kedua akan diadakan pada Oktober 2023, sembilan tahun setelah warga Skotlandia memilih negara mereka untuk tetap menjadi anggota Inggris Raya.

Namun, tanpa transfer kekuasaan sementara dari London ke Holyrood, referendum akan menjadi simbolis, dan Johnson menolak untuk memberikan transfer kritis ini kepada Sturgeon.

“Saya tidak setuju bahwa sekarang saatnya untuk kembali ke pertanyaan, yang dijawab dengan jelas oleh rakyat Skotlandia pada 2014,” tulis Johnson seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (7/7/2022).

Baca juga: Pemerintah Skotlandia Umumkan Rencana Referendum Kemerdekaan

Sebagai gantinya, Johnson menulis bahwa Skotlandia dan seluruh Inggris harus fokus pada prioritas bersama mereka, yang dia daftarkan sebagai respons terhadap inflasi, pemulihan dari pandemi virus Corona, dan memainkan peran utama dalam respons internasional terhadap agresi Rusia di Ukraina.

Johnson menggambarkan masalah ini sebagai tantangan umum di seluruh Inggris, memberikan perhatian khusus ke Ukraina dengan berterima kasih kepada Sturgeon karena memberikan USD77,5 juta untuk mempersenjatai Kiev.

Sturgeon pun merespons. Dalam sebuah postingan di Twitter, dia menggambarkan surat Johnson sebagai salah satu tindakan terakhirnya sebagai PM, merujuk pada seruan pengunduran diri yang dilontarkan terhadap Johnson setelah lusinan menterinya mengundurkan diri pada hari Selasa dan Rabu, mengutip beberapa skandal di Downing Street.

"Untuk lebih jelasnya, Skotlandia akan memiliki kesempatan untuk memilih kemerdekaan - saya berharap dalam referendum pada 19 Oktober 2023 tetapi, jika tidak, melalui pemilihan umum," cuitnya.

Baca juga: PM Inggris Tunjuk Pria Kelahiran Irak Jadi Menteri Keuangan

“Demokrasi Skotlandia tidak akan menjadi tawanan PM ini atau PM mana pun,” tegasnya.

Tanpa Johnson memberikan transfer kekuasaan, satu-satunya harapan Sturgeon untuk kemerdekaan akan bertumpu pada Parlemen di Westminster yang meloloskan undang-undang untuk mengakui pemungutan suara yang berhasil. Namun, bahkan jika pemilihan umum akan diadakan, tidak ada indikasi bahwa mayoritas anggota parlemen Inggris akan mendukung tindakan tersebut.

Dalam referendum 2014, warga Skotlandia memilih 55-44% untuk tetap berada di Inggris. Dua tahun kemudian, pemilih Skotlandia memilih untuk tetap berada di Uni Eropa, dan sementara Sturgeon berjanji pada akhirnya akan membawa Skotlandia kembali ke blok Eropa jika ia mencapai kemerdekaan, hanya satu jajak pendapat baru-baru ini yang menunjukkan mayoritas tipis mendukung langkah semacam itu.

Survei lain oleh Ipsos dan YouGov menunjukkan pemilih menolak kemerdekaan antara satu dan delapan poin.

Baca juga: Pemerintahan Boris Johnson Goyah, 2 Mentri Utama Mundur

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
Gejala Usus Buntu yang...
Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan, Dari Nyeri Perut hingga Demam Mendadak
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Berita Terkini
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved