Medvedev Kutip Alkitab Injil untuk Para Pengkritik Rusia

Kamis, 07 Juli 2022 - 07:43 WIB
loading...
Medvedev Kutip Alkitab...
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan terhadap segala upaya mendirikan semacam pengadilan internasional atas konflik yang sedang berlangsung antara Moskow dan Kiev.

Menurut dia, mereka yang mempromosikan ide-ide seperti itu tidak memiliki hak moral untuk melakukannya, dan pada akhirnya mungkin menghadapi “murka” Tuhan jika mereka tetap bertahan dalam keinginan mereka “menghakimi” negara.

“Siapa yang berteriak bahwa perlu untuk mendirikan pengadilan atas Rusia dan melibatkan badan-badan supranasional untuk ini? Siapa pemberani atau idiot ini?” ujar Medvedev di media sosial pada Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Menlu Rusia Tak Tahu Soal Upaya Cegah Dia Hadiri Pertemuan G20 di Bali

Dia mengatakan tidak pernah merupakan ide yang baik untuk mengancam kekuatan nuklir besar seperti Rusia dengan cara itu.

“Imam besar ini dikenal semua orang,” tambahnya, merujuk pada Amerika Serikat (AS).

“Dan dia bekerja sangat keras untuk menabur kekacauan dan kehancuran di seluruh dunia dengan kedok ‘demokrasi sejati’ yang terkenal kejam,” tegas dia.

Baca juga: George Soros: MA dan Partai Republik Trump Ancaman Lebih Besar daripada Rusia dan China

“Selain itu, Washington tidak memiliki hak moral untuk menghakimi siapa pun, apalagi Rusia, mengingat catatan panjang perang kehancuran berdarah sepanjang sejarahnya,” ujar dia.

Dia menambahkan, “AS telah unggul dalam memaksakan kehendaknya secara kasar dan primitif, menggunakan uang, pengikut yang tidak berdaya, yang disebut 'sekutu' demi kesopanan, dan senjata dengan kualitas tertinggi."

“Pengadilan apa yang mengutuk lautan darah yang ditumpahkan oleh AS (di Vietnam) dan di tempat lain? Bukan siapa-siapa! Tidak ada badan supranasional yang dibentuk untuk tujuan ini. Tapi jumlah korban kebijakan kriminal AS saat ini sebanding dengan (jumlah) korban rezim Hitler,” ujar dia.

Baca juga: Tawarkan Hadiah untuk Kepala Nupur Sharma, Ulama Keturunan Nabi Ditangkap di India

“Sementara AS telah membunuh orang dengan impunitas, AS tidak pernah menghadapi kecaman nyata dari struktur internasional yang didanainya," papar dia dengan peringatan apokaliptik.

Dia memperingatkan, “AS dan anjing gembalanya yang tidak berharga harus mengingat kata-kata Kitab Suci, 'Jangan menghakimi, agar kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang mana kamu menghakimi, kamu akan dihakimi’ (Mt. 7:1–2). 'Karena hari besar murka mereka telah tiba, dan siapa yang dapat menahannya?' (Rev 6:17).”

Pembicaraan tentang pembentukan semacam pengadilan internasional atas dugaan 'kejahatan perang' yang dikatakan dilakukan oleh pasukan Rusia di Ukraina meningkat pekan lalu, ketika masalah itu diangkat selama pertemuan Dewan Keamanan PBB yang diikuti Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melalui tautan video.

Zelensky menuduh Moskow sengaja menargetkan warga sipil, dan mengulangi seruannya agar Rusia dinyatakan sebagai "negara teroris" dan dikeluarkan dari dewan keamanan dan PBB.

Seruan Zelensky didukung Polandia, Estonia, dan Inggris, namun tidak ada mekanisme untuk memberhentikan anggota tetap DK PBB, sementara Moskow memegang hak veto di dalamnya.

Rusia membantah tuduhan menargetkan warga sipil, sebaliknya menuduh Kiev menggunakan taktik semacam itu.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014. Mantan presiden Ukraina Petro Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui Republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved