Tawarkan Hadiah untuk Kepala Nupur Sharma, Ulama Keturunan Nabi Ditangkap di India

Kamis, 07 Juli 2022 - 07:08 WIB
loading...
Tawarkan Hadiah untuk...
Syed Salman Chishti. Foto/youtube
A A A
NEW DELHI - Ulama sufi ternama Syed Salman Chishti di negara bagian Rajasthan India ditangkap karena menawarkan memberikan harta dan tabungannya kepada siapa saja yang akan membunuh mantan juru bicara BJP Nupur Sharma.

Sharma pada Mei membuat marah umat Islam di penjuru dunia setelah membuat pernyataan yang menghina Nabi Muhammad.

Sharma saat itu merupakan juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di India. Komentarnya memicu kemarahan yang meluas di India, yang menyebabkan protes kekerasan di beberapa kota.

Baca juga: India Memanas, Warga Hindu Dipenggal karena Dukung Penghina Nabi Muhammad

Polisi mengidentifikasi ulama ternama itu sebagai Syed Salman Chishti yang berusia 30-an tahun.

"Kami menangkap Salman Chishti, Khadim dari Ajmer Dargah (tarekat sufi terkenal) tadi malam karena diduga memberikan pernyataan provokatif terhadap pemimpin BJP yang ditangguhkan Nupur Sharma," papar Vikas Sangwan, inspektur kepolisian (ASP) di distrik Ajmer, mengatakan kepada kantor berita ANI.

Menurut polisi, Chishti adalah seorang khadim bersertifikat dari Ajmer Dargah dan juga seorang pemilih di Anjuman.

Baca juga: 10 Perkembangan Terbaru Pria Hindu Dibunuh karena Dukung Penghina Nabi Muhammad

Dalbeer Singh, pejabat polisi di Kantor Polisi Dargah di Ajmer, mengatakan, "Sekitar tiga pekan yang lalu, dua hingga tiga hari setelah pernyataan Sharma, dia (Chishti) telah merekam video di mana dia menyatakan bahwa jika dia mampu, dia akan menembak Sharma."

"Dia mengatakan karena Sharma telah menghina Nabi, Chishti akan memberikan rumah dan tanahnya kepada siapa pun yang membawakannya kepala Sharma," ujar pejabat itu.

Klip video itu muncul di tengah pembunuhan dua warga Hindu, yaitu apoteker Umesh Kolhe dan penjahit Kanhaiya Lal, masing-masing di negara bagian Maharashtra dan Rajasthan karena mendukung pernyataan kontroversial Nupur Sharma tentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Sharma telah meminta maaf karena telah membuat pernyataan selama debat televisi dan karena menyakiti perasaan orang.

Partai Bharatiya Janata (BJP) juga menolak pernyataan kontroversial yang dia buat sebagai juru bicaranya, dan menskorsnya dari partai.

Haji Syed Salman Chishti adalah salah satu dari "Syed o Saddat" dan keluarga Sufi Chishti dari Ajmer Sharif yang garis keturunannya kembali ke Nabi Suci Islam.

Dia adalah Gaddi-Nashin (Pemelihara/Pemegang Kunci) generasi ke-26 melalui keluarga Chishti-nya yang telah terlibat dalam pelayanan di kuil Sufi Dargah Ajmer Sharif Sufi yang terkenal secara global dari Guru Besar Sufi Abad ke-11 Hazrat Khwaja Moinudeen Hasan Chishti.

Dia telah mengepalai Yayasan Chishti-Ajmer Sharif sebagai Managing Trustee dan Ketua selama 8 tahun terakhir.

Dia memiliki gelar Sarjana Ekonomi dan Perdagangan dari Wilson College, Universitas Mumbai dan telah secara teratur diundang untuk berbicara dan berpartisipasi dalam berbagai acara Sufi internasional dan Konferensi Sosial Antar Spiritualitas, Dialog Antaragama serta hadir di universitas top dunia seperti Universitas Harvard dan John Hopkins.

Dia telah mengembangkan garis artistik khusus Fotografi Sufi Musafir dalam perjalanan Sufinya melintasi berbagai tujuan global.

Karya ini sekarang secara teratur ditampilkan dan dipamerkan di berbagai galeri, studio, acara fotografi, dan pameran.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Iran Ingatkan Selat...
Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...
Rekomendasi
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Rayakan 70 Juta Streaming...
Rayakan 70 Juta Streaming ‘Masa Ini, Nanti, dan Masa Indah Lainnya’, Nuca Adakan '[LAGI] Sama Nuca’
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
10 Miliarder India di...
10 Miliarder India di 2025, Paling Tajir Berharta Rp1.497 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved