Kantongi Lisensi Palsu, 150 Pilot PIA Dilarang Terbang

Jum'at, 26 Juni 2020 - 03:36 WIB
loading...
Kantongi Lisensi Palsu,...
Sebanyak 150 pilot maskapai PIA dilarang terbang karena mengantongi lisensi palsu. Foto/Al Jazeera
A A A
ISLAMABAD - Maskapai penerbangan Pakistan International Airlines (PIA) mengatakan pihaknya mengatakan telah melarang terbang hampir sepertiga pilotnya karena mengantongi lisensi palsu atau meragukan, sebulan setelah salah satu pesawatnya jatuh di daerah perumahan dan menewaskan 98 orang.

Langkah ini dilakukan setelah pemerintah Pakistan merilis laporan awal mengenai kecelakaan 22 Mei di Karachi. (Baca: Angkut 107 Orang, Pesawat Pakistan International Airlines Jatuh di Karachi )

Para penyelidik sebagian besar menyalahkan kedua pilot, yang mengabaikan protokol penerbangan dan tengah membahas wabah virus Corona saat mereka pertama kali mencoba mendaratkan pesawat jenis Airbus A320. ( Baca: Pilot Ngobrol Covid-19, Penyebab Pesawat Pakistan Jatuh Tewaskan 97 Orang)

Juru bicara PIA, Abdullah Hafeez Khan mengatakan bahwa penyelidikan pemerintah tahun lalu telah menemukan sekitar 150 dari 434 pilotnyamengantongi baik itu lisensi palsu atau mencurigakan.

"Kami telah memutuskan untuk melarang terbang 150 pilot itu yang memegang lisensi palsu dengan efek langsung," katanya seperti dikutip dari CBS News, Jumat (26/6/2020).

Sebagai maskapai milik negara, PIA mengatakan telah meminta rincian tambahan dari Otoritas Penerbangan Sipil sehingga tindakan lebih lanjut dapat diambil terhadap mereka yang telah menjadi potensi bahaya yang parah.

PIA, perusahaan penerbangan utama Pakistan, saat ini memiliki 31 armada dan mempekerjakan sekitar 14.500 staf.

Rincian penyelidikan pemerintah diumumkan ketika menteri penerbangan Pakistan Ghulam Sarwar Khan mengatakan kepada parlemen bahwa tinjauan tersebut menemukan lebih dari 260 dari 860 pilot aktif di negara itu memiliki lisensi palsu atau melakukan kecurangan dalam ujian.

Pesawat PIA dengan nomor penerbangan 8303 jatuh di daerah perumahan yang ramai di dekat bandara Karachi, menewaskan 97 orang di pesawat dan seorang anak di darat. (Baca: Pakistan Konfirmasi Korban Tewas Jatuhnya Pesawat PIA 97 Orang )

Laporan pendahuluan menguraikan menit-menit akhir penerbangan yang kacau dan serangkaian kesalahan aneh yang diperparah oleh kegagalan komunikasi dengan kontrol lalu lintas udara.

Pakistan memiliki catatan keselamatan penerbangan militer dan sipil memprihantinkan, dengan seringnya terjadi kecelakaan pesawat dan helikopter selama bertahun-tahun.

Pada 2016, sebuah pesawat PIA terbakar setelah salah satu dari dua mesin turbopropnya gagal saat terbang dari utara terpencil ke Islamabad, menewaskan lebih dari 40 orang.

Bencana udara paling mematikan di Pakistan adalah pada 2010 ketika sebuah [pesawat jenis Airbus A321 yang dioperasikan oleh maskapai swasta Airblue menabrak bukit-bukit di Islamabad ketika pesawat itu mendarat, menewaskan semua 152 orang di dalamnya.

Sebuah laporan resmi menyalahkan kecelakaan itu pada kapten pesawat yang bingung dan suasana kokpit yang tidak bersahabat.

PIA, salah satu maskapai terkemuka di kawasan itu hingga tahun 1970-an, sekarang menderita reputasi yang semakin menurun karena seringnya pembatalan, keterlambatan dan masalah keuangan.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Islamabad dan Ilusi...
Islamabad dan Ilusi Diplomasi Perang Iran 2026
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Parah! Siswa SMA Ini...
Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan
Rekomendasi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
Sejarah Terbentuknya...
Sejarah Terbentuknya Tim Wingsuit Kopasgat, Minimal Punya 1.500 Jam Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved