Moskow Rebut Luhansk, Penasihat Zelensky: Ini Kemenangan Terakhir Rusia
Rabu, 06 Juli 2022 - 00:40 WIB
loading...
Rusia berhasil merebut Luhansk. Foto/Ilustrasi
A
A
A
KIEV - Pasukan Rusia berhasil merebut kota Lysychansk di Ukraina pada Minggu, sebuah langkah yang memberinya kendali penuh atas wilayah Luhansk yang jadi salah satu tujuan perang utamanya.
Menanggapi hal itu, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky , Oleksiy Arestovych mengatakan, Rusia membutuhkan waktu 90 hari dan akan membayar mahal untuk dua kota berukuran sedang yang berhasil mereka rebut.
Seperti diketahui, sebelum merebut Lysychansk, pasukan Rusia telah berhasil merebut kota kembarannya Severodonetsk.
Baca juga: Berhasil Rebut Luhansk, Putin Umumkan Jeda Operasional
"Ini adalah kemenangan terakhir bagi Rusia di wilayah Ukraina," kata Arestovych dalam sebuah video yang diposting online seperti dilansir dari Reuters, Rabu (6/7/2022).
Rusia sendiri kini telah mengalihkan perhatiannya ke Donetsk. Mengambil kendali penuh atas Donetsk, wilayah industri di bagian timur Ukraina, adalah tujuan lain dari apa yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus."
Wilayah tetangga di Donbas itu telah menjadi panggung pertempuran terbesar di Eropa selama beberapa generasi.
Menanggapi hal itu, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky , Oleksiy Arestovych mengatakan, Rusia membutuhkan waktu 90 hari dan akan membayar mahal untuk dua kota berukuran sedang yang berhasil mereka rebut.
Seperti diketahui, sebelum merebut Lysychansk, pasukan Rusia telah berhasil merebut kota kembarannya Severodonetsk.
Baca juga: Berhasil Rebut Luhansk, Putin Umumkan Jeda Operasional
"Ini adalah kemenangan terakhir bagi Rusia di wilayah Ukraina," kata Arestovych dalam sebuah video yang diposting online seperti dilansir dari Reuters, Rabu (6/7/2022).
Rusia sendiri kini telah mengalihkan perhatiannya ke Donetsk. Mengambil kendali penuh atas Donetsk, wilayah industri di bagian timur Ukraina, adalah tujuan lain dari apa yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus."
Wilayah tetangga di Donbas itu telah menjadi panggung pertempuran terbesar di Eropa selama beberapa generasi.
Lihat Juga :