China Bantah Tuduhan Berencana Ambil Alih Bulan Jadi Milik Sendiri

Selasa, 05 Juli 2022 - 14:55 WIB
loading...
China Bantah Tuduhan...
Roket Long March 3B membawa penyelidik bulan Change-3 di Pusat Peluncuran Satelit Xichang, Liangshan, Sichuan, 1 Desember 2013. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - China menolak klaim kepala badan antariksa Amerika Serikat (AS) bahwa China mungkin mempertimbangkan pengambilalihan Bulan sebagai bagian dari program luar angkasa militernya.

Beijing pun menuduh Washington berusaha mengubah ruang angkasa menjadi "domain perang".

Kepala NASA Bill Nelson mengatakan kepada surat kabar Jerman Bild dalam wawancara yang diterbitkan pada Sabtu (2/7/2022) bahwa, “Dunia harus sangat khawatir tentang China yang berpotensi mendarat di bulan dan mengatakan, 'Ini milik kita sekarang dan Anda tetap di luar.'"

Baca juga: Geger! Hacker Klaim Curi 1 Miliar Data Penduduk China, Dijual Seharga 10 Bitcoin

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Zhao Lijian menanggapi tuduhan pada Senin (4/7/2022), dengan mengatakan, “Ini bukan pertama kalinya kepala Administrasi Penerbangan dan Antariksa Nasional AS mengabaikan fakta dan berbicara tidak bertanggung jawab tentang China."

“Pihak AS terus-menerus membangun kampanye kotor terhadap upaya luar angkasa China yang normal dan masuk akal, dan China dengan tegas menentang pernyataan yang tidak bertanggung jawab seperti itu,” tegas dia.

Baca juga: Mantan Menlu AS Kissinger Ungkap 3 Kemungkinan Hasil Akhir Konflik Ukraina

Dia mengklaim China selalu menentang persenjataan dan mempromosikan masa depan bersama umat manusia di luar angkasa.

Ketika diminta mengklarifikasi tujuan militer apa yang bisa dikejar China di luar angkasa, Nelson mengatakan astronot China sedang belajar bagaimana menghancurkan satelit negara lain. Dia mengklaim persaingan untuk kutub selatan Bulan akan sangat ketat.

Dia juga mengatakan pada tahun 2035, Beijing dapat menyelesaikan pembangunan stasiun Bulannya sendiri dan memulai eksperimen setahun kemudian.

Kepala NASA berusia 79 tahun itu telah lama menjadi kritikus terhadap program luar angkasa ambisius China, meskipun Beijing menjamin program itu murni bertujuan damai.

Pada April, dia menuduh Beijing menolak bekerja dengan AS dan menyembunyikan data penting, meskipun Amandemen Wolf 2011 melarang NASA bekerja sama langsung dengan ilmuwan China tanpa izin Kongres.

Saat membela program luar angkasa China, Zhao mengklaim AS memiliki "catatan kotor" sendiri dalam menciptakan sampah luar angkasa, mengembangkan senjata luar angkasa ofensif, dan menghasut perlombaan senjata luar angkasa dengan secara terbuka menyatakan luar angkasa sebagai "perbatasan operasional" dan "domain perang."

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Messi Pecahkan Rekor...
Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria di Babak Pertama
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved