Pemerintah Biden Ditanya Apakah Pangeran Mohammed bin Salman Harus Kebal Hukum

Senin, 04 Juli 2022 - 09:27 WIB
loading...
A A A
Hakim Bates mengatakan dalam sebuah perintah pada hari Jumat mengatakan bahwa pemerintah AS dapat mengajukan pernyataannya mengenai hal-hal, antara lain, "berlakunya kekebalan kepala negara dalam kasus ini".

Pemerintahan Biden, lanjut putusan Bates, juga dapat menyatakan bahwa mereka tidak akan mengajukan pernyataan seperti itu.

Menuru Bates, yang dilansir TheWashington Post, Senin (4/7/2022), jika AS benar-benar menyatakan kepentingannya, Mohammed bin Salman dan para tergugat lainnya memiliki waktu hingga 16 Agustus untuk menanggapi.

Pengacara Pangeran Mohammed bin Salman berpendapat bahwa di AS, putra mahkota menikmati kekebalan kedaulatan dalam klaim sipil.

Ayah Pangeran Mohammed, Raja Salman bin Abddulaziz al-Saud, adalah penguasa Arab Saudi, meskipun putra mahkota secara luas dianggap sebagai penguasa sehari-hari kerajaan.

"Putra mahkota memiliki kekebalan tidak hanya dari hubungan keluarga langsungnya dengan Raja, tetapi juga dari 'kantor berpangkat tinggi'," kata pengacara Mohammed bin Salman dalam mosi untuk menolak gugatan yang diajukan tahun lalu.

Pengacara Cengiz dan DAWN telah membantah bahwa pengadilan sebelumnya telah menolak klaim kepemimpinan "de facto" Mohammed bin Salman dan memberikan kekebalan.

Departemen Luar Negeri AS biasanya berkonsultasi dengan lembaga pemerintah AS lainnya sebelum mengeluarkan rekomendasi kekebalan kepada Departemen Kehakiman, yang permintaan resminya biasanya mengikat pengadilan federal.

Sebuah keputusan bisa datang dengan cepat, seperti untuk seorang kepala negara, atau memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun, tergantung pada keadaan dan kompleksitas suatu kasus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Meksiko dan Tradisi...
Meksiko dan Tradisi Start Sempurna di Piala Dunia
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Berita Terkini
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Infografis
5 Strategi Pangeran...
5 Strategi Pangeran Mohammed bin Salman Produksi Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved