Pesawat Antariksa Misterius Militer AS Hampir Cetak Rekor Penerbangan Orbit Terlama

Kamis, 30 Juni 2022 - 10:17 WIB
loading...
Pesawat Antariksa Misterius...
Pesawat antariksa X-37B tak berawak dioperasikan militer Amerika Serikat. Foto/Boeing
A A A
WASHINGTON - Pesawat antariksa X-37B tak berawak yang dioperasikan militer Amerika Serikat (AS) dengan cepat mendekati rekor misi terlama di luar angkasa.

Situs web Space.com melaporkan hal itu, dilansir Sputnik pada Kamis (30/6/2022).

Pesawat antariksa militer menyerupai pesawat ulang-alik yang sekarang sudah pensiun, meskipun jauh lebih kecil.

Baca juga: Rusia Tuding Ukraina Rancang Serangkaian Provokasi Baru

Pesawat misterius itu dilaporkan hanya berukuran 8,8 meter dibandingkan dengan pesawat ulang-aling sepanjang 37 m.

Perbedaan signifikan lainnya adalah X-37B adalah robot, sedangkan pesawat ulang-alik NASA diawaki oleh astronot.

Pada 17 Mei 2020, X-37B diluncurkan ke orbit Bumi sebagai bagian dari misi keenam program yang juga dikenal sebagai Orbital Test Vehicle-6 (OTV-6).

Baca juga: Pemerintah Inggris Pegang Saham di Perusahaan Penyelenggara Pesta Seks

Pesawat ulang-alik mini Angkatan Luar Angkasa AS kini telah berada di orbit selama 773 hari.

Menurut laporan itu, pesawat itu hanya satu pekan dibandingkan penerbangan dari rekor X-37B 780 hari, yang ditetapkan pada misi OTV-5 sebelumnya.

Namun, catatan saat ini tidak ada artinya dengan catatan mutlak lainnya dari eksplorasi ruang angkasa, seperti, misalnya, satelit Landsat-5 mengamati Bumi dari orbit selama 29 tahun.

Tujuan orbital dasar dari pesawat antariksa robot, yang dikembangkan Boeing, dirahasikan.

Meskipun demikian, beberapa eksperimen internal dipublikasikan sebelum peluncuran. Laboratorium Penelitian Angkatan Laut AS (NRL) telah melakukan percobaan untuk melihat konversi energi matahari menjadi energi gelombang mikro frekuensi radio, menurut laporan itu, dan Modul Antena Frekuensi Radio Fotovoltaik adalah nama percobaan tersebut.

Selain itu, OTV-6 diduga melibatkan peluncuran FalconSat-8, satelit kecil yang dibuat Akademi Angkatan Udara AS dan didanai Laboratorium Penelitian Angkatan Udara untuk melakukan sejumlah eksperimen di orbit.

Menurut Space.com, dua eksperimen NASA saat ini sedang dilakukan di dalam pesawat antariksa untuk memeriksa bagaimana lingkungan di luar angkasa mempengaruhi piring sampel bahan dan benih makanan.

Misi X-37B OTV-6 dikatakan sebagai yang pertama menggunakan modul layanan untuk menampung eksperimen.

Modul layanan adalah tambahan pada bagian belakang kendaraan antariksa yang memungkinkan pengangkutan kapasitas muatan eksperimental tambahan ke orbit.

Pesawat ruang angkasa itu menjalankan misi pertamanya pada April 2010, dan dengan setiap penerbangan menghabiskan lebih banyak waktu di orbit daripada yang direncanakan semula.

Misi OTV-5 sebelumnya dimulai pada awal September 2017 dan berakhir pada Oktober 2019, menandai sekitar 780 hari di orbit.

Kapan dan di mana OTV-6 akan mendarat di Bumi dilaporkan tidak diketahui saat ini.

OTV-4 dan OTV-5 mendarat di Kennedy Space Center NASA di Florida, OTV-1, OTV-2, dan OTV-3 dilaporkan melakukan pendaratan di Vandenberg Space Force Base di California.

Unit Angkatan Luar Angkasa AS bernama Delta 9, didirikan pada Juli 2020, mengawasi seluruh program X-37B.

Diyakini bahwa Angkatan Luar Angkasa memiliki dua kendaraan X-37B buatan Boeing dalam armadanya.

X-37B, seperti pengorbit pesawat ulang-alik NASA sebelumnya, lepas landas secara vertikal dengan roket dan mendarat secara horizontal di landasan pacu.

X-37B, menurut Boeing, memiliki sejumlah fitur yang belum pernah digunakan sebelumnya di luar angkasa, seperti mekanisme de-orbit dan pendaratan yang sepenuhnya otomatis, kontrol penerbangan, dan rem yang sepenuhnya diaktifkan secara elektro-mekanis (tanpa hidrolik), dan bodi yang terbuat dari struktur komposit yang relatif ringan daripada aluminium konvensional.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Berita Terkini
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved