Taiwan Tolak Keluhan Filipina Soal Latihan Menembak di Laut China Selatan
Rabu, 29 Juni 2022 - 21:15 WIB
loading...
Taiwan Tolak Keluhan Filipina Soal Latihan Menembak di Laut China Selatan. FOTO/Arab News
A
A
A
TAIPEI - Taiwan pada Rabu (29/6/2022) menolak keluhan Filipina tentang latihan tembakan langsung di sekitar pulau yang dikuasai Taiwan, jauh di Laut China Selatan . Taiwan mengaku memiliki hak untuk melakukannya dan selalu memberikan peringatan tentang latihannya.
Sebelumnya pada Selasa (28/6/2022) malam, Departemen Luar Negeri Filipina, dalam sebuah pesan di Twitter, mengajukan “keberatan keras atas latihan tembakan langsung yang melanggar hukum” yang akan dilakukan oleh Taiwan minggu ini di sekitar pulau, yang dikenal secara internasional sebagai Pulau Aba.
Baca: Diusik 29 Pesawat China Termasuk Bomber Nuklir, Taiwan Kerahkan Jet Tempur dan Sistem Rudal
Taiwan menyebut pulau itu Taiping dan Filipina menyebutnya Pulau Ligaw. Departemen Luar Negeri Filipina mengatakan pulau itu milik Filipina. “Aktivitas ilegal ini meningkatkan ketegangan dan memperumit situasi di Laut China Selatan,” sebut pernyataan Deplu Filipina, seperti dikutip dari Reuters.
Sementara Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa pulau itu adalah bagian dari wilayah Republik China - nama resmi Taiwan - dan menikmati semua hak yang relevan yang diberikan oleh hukum internasional.
Sebelumnya pada Selasa (28/6/2022) malam, Departemen Luar Negeri Filipina, dalam sebuah pesan di Twitter, mengajukan “keberatan keras atas latihan tembakan langsung yang melanggar hukum” yang akan dilakukan oleh Taiwan minggu ini di sekitar pulau, yang dikenal secara internasional sebagai Pulau Aba.
Baca: Diusik 29 Pesawat China Termasuk Bomber Nuklir, Taiwan Kerahkan Jet Tempur dan Sistem Rudal
Taiwan menyebut pulau itu Taiping dan Filipina menyebutnya Pulau Ligaw. Departemen Luar Negeri Filipina mengatakan pulau itu milik Filipina. “Aktivitas ilegal ini meningkatkan ketegangan dan memperumit situasi di Laut China Selatan,” sebut pernyataan Deplu Filipina, seperti dikutip dari Reuters.
Sementara Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa pulau itu adalah bagian dari wilayah Republik China - nama resmi Taiwan - dan menikmati semua hak yang relevan yang diberikan oleh hukum internasional.
Lihat Juga :