5 Negara yang Tidak Memihak Rusia dan Ukraina, Salah Satunya Indonesia

Selasa, 28 Juni 2022 - 19:06 WIB
loading...
5 Negara yang Tidak...
Tentara Rusia menjinakkan ranjau di kawasan pabrik baja Azovstal, Mariupol, 22 Mei 2022. Foto/REUTERS/Alexander Ermochenko
A A A
NEW DELHI - Invasi Rusia ke Ukraina banyak mendapat tentangan dari berbagai negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE). Konflik yang tak kunjung reda ini bahkan sempat diperkirakan bisa menyulut Perang Dunia.

Melansir vox.com, ketika PBB hendak mengeluarkan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia dan membuat pemungutan suara, 93 negara mendukung putusan ini, 58 abstain atau netral dan 24 memilih menentang.

Selain itu terdapat 141 negara yang menentang invasi Rusia dan 140 negara mendukung perlindungan untuk Ukraina.

Kubu-kubu itu masing masing memiliki caranya tersendiri. Mereka juga memiliki alasan tersendiri mengapa memilih netral ataupun memberi dukungan ke salah satu negara.

Inilah 5 negara yang tidak memihak Rusia dan Ukraina:

1. India

India termasuk negara yang tidak mendukung negara manapun terkait konflik Rusia dengan Ukraina. Meskipun begitu India juga berharap Rusia menghormati hukum internasional.

India memang memiliki hubungan diplomatik dengan Rusia. Sehingga negara ini tidak ingin melawan Rusia karena untuk mempertahankan hubungan baik dengan negara Beruang Merah tersebut.

Dikabarkan Rusia menjadi negara pemasok senjata terbesar di India. Meskipun sempat turun menjadi 49% yang tadinya 70%.

Dalam hal ini India memilih gerakan non-blok untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ini membuat India menjadi negara yang tidak mendukung Rusia meskipun memiliki hubungan baik. Karena India juga tidak setuju dengan invasi yang dilakukan Moskow.

2. Ghana

Ghana juga menyerukan netral untuk mendukung hukum humaniter internasional. Negara ini mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap invasi Rusia.

Meskipun termasuk negara yang menggunakan gerakan non-blok, Ghana tetap bersedia menjadi anggota tidak tetap PBB untuk memberi dukungan terhadap Ukraina.

3. Thailand

Meskipun Thailand tergabung ke dalam 140 negara yang memberikan dukungan untuk memberikan perlindungan terhadap Ukraina, Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha mengatakan Thailand akan tetap netral dalam konflik.

Usaha yang sedang gencar dilakukan pemerintah Thailand adalah untuk mengevakuasi beberapa warga negara Thailand yang berada di Ukraina.

Netralnya Thailand atas konflik yang terjadi ini memang konsisten dari sejak awal kemunculannya.

4. Mesir

Sebelum invasi Rusia terjadi, terdapat warga negara Mesir sebesar 6000 jiwa termasuk 3000 jiwa mahasiswa di Ukraina.

Namun sejak awal konflik ratusan warga Mesir ini telah mengungsi ke negara tetangga seperti Rumania, Austria, Hongaria, Slovakia, dan Polandia.

Mesir juga termasuk ke 140 negara yang mendukung resolusi PBB yang meminta Rusia menghentikan invasinya.

Meskipun memiliki warga negara yang berada di Ukraina dan mendukung kebijakan PBB, Mesir memilih netral tanpa memihak.

Ini dikarenakan Mesir juga masih memiliki hubungan baik dengan Rusia terkait ekspor gandum yang dilakukan.

5. Indonesia

Indonesia juga menjadi negara yang tegas tidak memberikan dukungan ke negara manapun terkait konflik Rusia Ukraina.

Ini karena Indonesia yang berpegang pada prinsip politik Indonesia yang bersifat bebas aktif yang tidak berpihak ke negara manapun.

Menurut Staf Kepresidenan Moeldoko saat menerima kunjungan Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket, Indonesia menghadapi situasi yang cukup rumit ketika akan mendukung Ukraina dan memberi sanksi pada Rusia.

Karena sebagai presidency G20, Indonesia harus bisa melindungi semua negara dengan adil. Indonesia juga telah mengundang pemimpin Rusia dan Ukraina untuk hadir dalam KTT G20 mendatang.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved