NATO Prediksi Bagaimana Konflik Ukraina akan Berakhir
Minggu, 26 Juni 2022 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
“Kedamaian selalu bisa dicapai jika Anda menyerah. Tetapi Ukraina berjuang untuk kebebasannya, demi haknya untuk hidup, untuk hak menjadi negara demokratis tanpa tunduk pada kekuasaan Rusia. Dan Ukraina siap membayar harga yang sangat tinggi, mengorbankan diri mereka untuk nilai-nilai ini. Bukan tugas kami untuk memberi tahu mereka seberapa jauh pengorbanan mereka harus dilakukan,” ujar Stoltenberg.
Baca juga: Tentaranya Banyak yang Tewas, Ukraina Rekrut Narapidana dan Wanita
Ketika ditanya apakah mempersenjatai Kiev oleh Barat memicu konflik dan meningkatkan korban jiwa di Ukraina, kepala NATO itu menjawab, “Kami membantu mereka karena mereka memintanya.”
“Sepanjang sejarah kita telah melihat negara-negara bersedia menerima pengorbanan besar untuk kebebasan,” ungkap dia.
Stolteneng juga mencatat meskipun persenjataan disediakan ke Ukraina oleh Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE), “Tidak ada perang total antara NATO dan Rusia.”
Moskow telah berulang kali memperingatkan pengiriman senjata asing ke Kiev, dengan alasan senjata hanya akan memperpanjang pertempuran dan meningkatkan risiko konfrontasi langsung antara Rusia dan NATO.
Pada April, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov menggambarkan konflik di Ukraina sebagai perang proxy yang dilakukan aliansi militer pimpinan AS melawan Moskow.
Delegasi Rusia dan Ukraina dari berbagai tingkatan mengadakan beberapa putaran negosiasi damai tak lama setelah pecahnya pertempuran.
Baca juga: Tentaranya Banyak yang Tewas, Ukraina Rekrut Narapidana dan Wanita
Ketika ditanya apakah mempersenjatai Kiev oleh Barat memicu konflik dan meningkatkan korban jiwa di Ukraina, kepala NATO itu menjawab, “Kami membantu mereka karena mereka memintanya.”
“Sepanjang sejarah kita telah melihat negara-negara bersedia menerima pengorbanan besar untuk kebebasan,” ungkap dia.
Stolteneng juga mencatat meskipun persenjataan disediakan ke Ukraina oleh Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE), “Tidak ada perang total antara NATO dan Rusia.”
Moskow telah berulang kali memperingatkan pengiriman senjata asing ke Kiev, dengan alasan senjata hanya akan memperpanjang pertempuran dan meningkatkan risiko konfrontasi langsung antara Rusia dan NATO.
Pada April, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov menggambarkan konflik di Ukraina sebagai perang proxy yang dilakukan aliansi militer pimpinan AS melawan Moskow.
Delegasi Rusia dan Ukraina dari berbagai tingkatan mengadakan beberapa putaran negosiasi damai tak lama setelah pecahnya pertempuran.
Lihat Juga :