NATO Prediksi Bagaimana Konflik Ukraina akan Berakhir
Minggu, 26 Juni 2022 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi tidak ada pertemuan tatap muka antara kedua pihak sejak akhir Maret, ketika mereka bertemu di Istanbul.
Moskow pada awalnya optimis tentang hasil pembicaraan di Turki, tetapi kemudian menuduh Kiev mundur dari kesepakatan yang telah dicapai di sana.
Rusia menyatakan telah kehilangan semua kepercayaan pada negosiator Ukraina.
Rusia menyerang Ukraina menyusul kegagalan Kiev menerapkan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Moskow atas kemerdekaan republik Donbass, Donetsk dan Luhansk.
Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.
Moskow pada awalnya optimis tentang hasil pembicaraan di Turki, tetapi kemudian menuduh Kiev mundur dari kesepakatan yang telah dicapai di sana.
Rusia menyatakan telah kehilangan semua kepercayaan pada negosiator Ukraina.
Rusia menyerang Ukraina menyusul kegagalan Kiev menerapkan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Moskow atas kemerdekaan republik Donbass, Donetsk dan Luhansk.
Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.
(sya)
Lihat Juga :