Hindari Pengepungan, Pasukan Ukraina Mundur dari Garis Depan Lysychansk

Jum'at, 24 Juni 2022 - 05:14 WIB
loading...
Hindari Pengepungan,...
Hindari Pengepungan, Pasukan Ukraina Mundur dari Garis Depan Lysychansk. FOTO/Reuters
A A A
KIEV - Pasukan Ukraina mungkin perlu mundur dari kota garis depan utama Lysychansk untuk menghindari pengepungan setelah pasukan Rusia merebut dua desa di selatannya. Hal itu diungkapkan Gubernur Regional, Serhiy Gaidai, Kamis (23/6/2022).

Mundurnya pasukan Ukraina dari Lysychansk dan Sievierodonetsk, dua kota terakhir yang dikuasai Ukraina di Luhansk, akan membawa Moskow lebih dekat ke salah satu tujuan perang utamanya untuk merebut semua wilayah itu.

Baca: HIMARS Bantuan AS Tiba Sebulan Setelah Diminta, Ukraina Semringah

“Dibagi oleh sungai, kota-kota itu telah menjadi medan pertempuran utama dalam serangan Rusia di jantung industri Donbas dan pertempuran itu mendekati "klimaks yang sengit",” kata seorang pejabat tinggi Ukraina, seperti dikutip dari Reuters.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengkonfirmasi hilangnya Rai-Oleksandrivka dan Loskutivka, sekitar 5 km dari Lysychansk, dan mengatakan bahwa pasukan Rusia berusaha mengepung pasukan Ukraina di sana.

Tidak disebutkan bagaimana tanggapannya, tetapi Gubernur Gaidai mengatakan pasukan Ukraina mungkin harus mundur.

Baca: Zelensky: Rusia Mencoba Hancurkan Donbas

"Untuk menghindari pengepungan, komando kami dapat memerintahkan agar pasukan mundur ke posisi baru," katanya di televisi nasional. "Semua Lysychansk berada dalam jangkauan api mereka. Sangat berbahaya di kota," lanjutnya.

Militer Ukraina hampir tidak pernah berbagi rincian mengenai strateginya, tetapi kepala komandan Angkatan Bersenjata Valery Zaluzhny mengakui bahwa Ukraina harus melakukan penyesuaian pertahanan.

“Kami terpaksa melakukan pertahanan bergerak, untuk menempati garis dan posisi yang lebih menguntungkan,” kata Zaluzhny dalam sebuah posting online yang tidak menyebutkan area tertentu. "Harga kebebasan itu tinggi," lanjutnya.

Baca: Penasihat Zelensky: Ukraina Secara De Facto Sudah Jadi Anggota NATO

Dalam pembaruan malam, militer Ukraina mengatakan pasukan Rusia yang didukung dengan cadangan tambahan telah melanjutkan serangan mereka di selatan Lysychansk, setelah pasukan Ukraina sebelumnya mendorong mereka kembali.

Gaidai mengatakan, Lysychansk masih bisa dijangkau melalui jalan darat, sehingga evakuasi warga sipil dapat dilanjutkan. Kantor berita Rusia TASS sebelumnya mengutip separatis yang didukung Rusia yang mengatakan kota itu dikepung dan terputus dari pasokan.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved