AS Tunjuk 'Pemburu Nazi' Pimpin Penyelidikan Kejahatan Perang di Ukraina

Kamis, 23 Juni 2022 - 19:47 WIB
loading...
AS Tunjuk Pemburu Nazi...
AS tunjuk Eli Rosenbaum sebagai pemimpin penyelidikan kejahatan perang di Ukraina. Foto/Times of Israel
A A A
KIEV - Amerika Serikat (AS) menunjuk sosok yang dijuluki sebagai "pemburu Nazi " untuk memimpin penyelidikan kejahatan perang di Ukraina . Hal itu diungkapkan jaksa agung Merrick Garland.

Dia mengatakan bahwa Tim Akuntabilitas Kejahatan Perang Departemen Kehakiman AS, yang akan membantu pihak berwenang Ukraina mengadili penjahat perang, akan dipimpin oleh Eli Rosenbaum.

Rosenbaum, seorang veteran 36 tahun dari departemen kehakiman, telah menjabat sebagai direktur Strategi dan Kebijakan Penegakan Hak Asasi Manusia dan membantu departemen itu dengan lebih dari 100 kasus untuk mencabut kewarganegaraan atau mendeportasi tersangka Nazi.

"Saya di sini untuk menyatakan dukungan tak tergoyahkan dari Amerika Serikat untuk rakyat Ukraina di tengah invasi Rusia yang tidak beralasan dan tidak adil," ucap Garland selama kunjungan mendadaknya ke Ukraina seperti dilansir dari Independent, Kamis (23/6/2022).

Baca juga: Jerman Rilis Bantuan Militer untuk Ukraina, dari Suku Cadang MIG-29 hingga Amunisi

Dia juga bertemu dengan jaksa agung Ukraina Iryna Venediktova di Krakovets di perbatasan Polandia-Ukraina.

“Amerika – dan dunia – telah melihat banyak gambar mengerikan dan membaca kisah menyayat hati tentang kebrutalan dan kematian yang dihasilkan dari invasi tidak adil Rusia ke Ukraina,” katanya.

“Tidak ada tempat persembunyian bagi penjahat perang. Departemen Kehakiman AS akan mengejar setiap jalan pertanggungjawaban bagi mereka yang melakukan kejahatan perang dan kekejaman lainnya di Ukraina,” ia menekankan.

“Bekerja bersama mitra domestik dan internasional kami, Departemen Kehakiman akan tanpa henti dalam upaya kami untuk meminta pertanggungjawaban setiap orang yang terlibat dalam kejahatan perang, penyiksaan, dan pelanggaran berat lainnya selama konflik tak beralasan di Ukraina,” tambah Garland.

Baca juga: Putin: Rusia Akan Terus Perkuat Angkatan Bersenjata

Hampir empat bulan setelah invasi Rusia ke Ukraina, para pejabat Kiev mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi ribuan kasus dugaan kejahatan perang.

Ada beberapa tuduhan pembunuhan terhadap warga sipil, terutama di Bucha, di luar Ibu Kota Ukraina.

Pada bulan April, Presiden AS Joe Biden mengecam pembunuhan warga sipil Ukraina di Bucha sebagai "kejahatan perang".

Baca juga: Ukraina Serang Anjungan Minyak Laut Hitam yang Jadi Basis Pasukan Rusia

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Berita Terkini
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved