PM Estonia: Jangan Remehkan Kemampuan Rusia

Kamis, 23 Juni 2022 - 15:32 WIB
loading...
PM Estonia: Jangan Remehkan...
Perdana Menteri Estonia Kaja Kallas sebut Barat tidak boleh meremehkan kemampuan militer Rusia di Ukraina. Foto/Kolase/Sindonews
A A A
TALLINN - Perdana Menteri Estonia Kaja Kallas mengatakan Barat tidak boleh meremehkan kemampuan militer Rusia di Ukraina . Ia mengatakan Moskow ada di Ukraina untuk jangka panjang saat perang memasuki bulan kelima.

“Saya pernah mendengar pembicaraan bahwa, Anda tahu, tidak ada ancaman lagi karena mereka telah kelelahan. Tidak, mereka belum,” katanya tentang militer Rusia, yang gagal merebut Kiev pada tahap awal perang dan sekarang memusatkan daya tembaknya di timur Ukraina.

“Mereka masih memiliki banyak pasukan yang bisa datang (untuk berperang). Mereka tidak menghitung nyawa yang hilang. Mereka tidak menghitung artileri yang mereka kalahkan di sana," imbuhnya.

"Jadi saya tidak berpikir bahwa kita harus meremehkan mereka dalam jangka panjang untuk tetap mempertahankan ini,” kata Kallas, terlepas dari rendahnya moral dan korupsi yang mengganggu pasukan Moskow seperti dikutip dari The Associated Press, Kamis (23/6/2022).

Dalam kesempatan itu Kallas memuji persatuan yang telah ditunjukkan Eropa dalam menghukum Rusia atas invasi yang dimulai 24 Februari, meskipun dia mengatakan sudah jelas sejak awal bahwa akan semakin sulit dari waktu ke waktu untuk bersatu.

Baca juga: Ukraina Sebut Pertempuran di Severodonetsk Neraka

“Pertama, kami melakukan sanksi yang relatif mudah. Sekarang kita beralih ke sanksi yang jauh lebih sulit. Tapi sejauh ini, kami berhasil mendapatkan persatuan, meskipun kami berbeda pendapat,” tuturnya dalam wawancara di Stenbock House, sebuah gedung pemerintah tempat dia berkantor dan mengadakan rapat Kabinet.

“Ini normal untuk demokrasi. Kami berdebat, kami berdiskusi, dan kemudian kami mendapatkan solusi. Sejauh ini, merupakan kejutan negatif bagi Putin bahwa kami masih bersatu,” ujar Kallas.

Kallas berharap Ukraina akan diberikan status kandidat untuk Uni Eropa (UE) pada pertemuan puncak blok itu yang akan datang di Brussels, meskipun ada perpecahan mengenai hal itu. Badan eksekutif UE, Komisi Eropa, mendukung pencalonan Ukraina pekan lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Presiden Nikaragua Daniel...
Presiden Nikaragua Daniel Ortega Hapus Pemilu di Negaranya, Ini Alasannya
Rekomendasi
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Berita Terkini
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved