China: Kasus Assange Cerminkan Kemunafikan AS dan Inggris pada Kebebasan Pers
Rabu, 22 Juni 2022 - 00:08 WIB
loading...
A
A
A
Setelah mendirikan WikiLeaks pada tahun 2006, Assange menerbitkan sekitar 1 juta dokumen yang diperoleh dari aktivis dan whistleblower Amerika, Chelsea Manning. Dokumen tersebut termasuk perang AS di Irak dan Afghanistan, dan dugaan kejahatan perang selama perang tersebut.
Publikasi lebih lanjut 250.000 dokumen rahasia yang berkaitan dengan upaya AS untuk mengisolasi Iran mengangkat alis di Washington.
Assange akan menghadapi 18 dakwaan meretas komputer pemerintah AS dan melanggar undang-undang spionase dan kemungkinan hukuman penjara selama bertahun-tahun jika dia diekstradisi ke AS.
Assange memiliki waktu 14 hari untuk mengajukan banding sejak perintah ekstradisi ditandatangani.
Meluncurkan selebaran tentang standar Barat tentang kebebasan pers, Wang mengatakan: "Orang-orang diperlakukan sebagai pahlawan jika mereka mengekspos negara lain atau sebagai penjahat jika mereka mengekspos AS."
"Di negara lain, meminta pertanggungjawaban media sama dengan 'penganiayaan politik', sementara di AS, melarang media berarti 'bertindak sesuai dengan hukum'," kata Wang.
"Semua mata tertuju pada kasus Assange. Berharap dan percaya bahwa keadilan dan keadilan akan menang, dan bahwa hegemoni dan penyalahgunaan kekuasaan tidak akan bertahan selamanya," imbuh dia, seperti dikutip Newsweek, Selasa (21/6/2022).
Assange diseret keluar dari gedung Kedutaan Besar Ekuador di London tahun lalu, di mana dia berlindung selama lebih dari tujuh tahun.
Publikasi lebih lanjut 250.000 dokumen rahasia yang berkaitan dengan upaya AS untuk mengisolasi Iran mengangkat alis di Washington.
Assange akan menghadapi 18 dakwaan meretas komputer pemerintah AS dan melanggar undang-undang spionase dan kemungkinan hukuman penjara selama bertahun-tahun jika dia diekstradisi ke AS.
Assange memiliki waktu 14 hari untuk mengajukan banding sejak perintah ekstradisi ditandatangani.
Meluncurkan selebaran tentang standar Barat tentang kebebasan pers, Wang mengatakan: "Orang-orang diperlakukan sebagai pahlawan jika mereka mengekspos negara lain atau sebagai penjahat jika mereka mengekspos AS."
"Di negara lain, meminta pertanggungjawaban media sama dengan 'penganiayaan politik', sementara di AS, melarang media berarti 'bertindak sesuai dengan hukum'," kata Wang.
"Semua mata tertuju pada kasus Assange. Berharap dan percaya bahwa keadilan dan keadilan akan menang, dan bahwa hegemoni dan penyalahgunaan kekuasaan tidak akan bertahan selamanya," imbuh dia, seperti dikutip Newsweek, Selasa (21/6/2022).
Assange diseret keluar dari gedung Kedutaan Besar Ekuador di London tahun lalu, di mana dia berlindung selama lebih dari tujuh tahun.
Lihat Juga :