Daftar Senjata Canggih Rusia vs Senjata Ukraina Sokongan NATO

Senin, 20 Juni 2022 - 13:40 WIB
loading...
A A A
Para pakar menyebut drone tersebut sebagai pengubah permainan karena perannya telah merepotkan militer Moskow.

2. Next Generation Light Anti-Armour Weapon (NLAW) AS

NLAW sangat efektif dalam menghancurkan target musuh dalam waktu singkat jarak.

Dengan berat 12,5 kilogram, NLAW adalah sistem portabel yang diluncurkan dari bahu yang dapat digunakan oleh satu operator.
Hulu ledak penembus lapis bajanya dapat menghancurkan tank tempur modern yang sangat dilindungi dengan satu tembakan, dan sistem ini efektif pada jarak antara 20 dan 800 meter.

3. Rudal Stinger AS

Di antara alasan terbesar mengapa Rusia masih belum memiliki superioritas udara di atas langit di atas Ukraina, adalah sistem senjata ini dipasok oleh Barat. Rudal Stinger buatan Amerika Serikat ini telah menghancurkan banyak helikopter Rusia dan memiliki jangkauan hingga 8 km.

4. Rudal Starstreak Inggris

Inggris mengatakan telah menyumbangkan lima sistem pertahanan udara, termasuk rudal Starstreak.

Starstreak dirancang untuk menjatuhkan pesawat terbang rendah dalam jarak dekat. Sistem pertahanan ini mengabaikan tindakan balasan seperti suar yang digunakan oleh banyak pesawat.

5. Rudal Javelin Pasokan AS dan Inggris

Misil anti-tank ini juga menjadi salah satu senjata andalan tentara Ukraina dalam melawan invasi Rusia. Senjata ini diminati Kiev karena operasionalnya yang mudah, dan cukup merepotkan pasukan musuh.

6. Rudal Antikapal Harpoon AS

Pejabat Ukraina mengatakan militer negaranya telah menggunakan rudal anti-kapal Harpoon buatan AS. Misil ini diklaim telah menghancurkan kapal tunda militer Moskow di Laut Hitam.

AS belum mengonfirmasi penggunaan rudal canggih ini di Ukraina, namun memang memutuskan untuk mengirimnya ke Kiev dengan syarat tidak akan digunakan untuk menyerang wilayah Rusia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved