Daftar Senjata Canggih Rusia vs Senjata Ukraina Sokongan NATO

Senin, 20 Juni 2022 - 13:40 WIB
loading...
A A A
Rudal hipersonik dapat melakukan perjalanan lebih dari lima kali kecepatan suara, atau Mach 5. Menurut militer Rusia, Kinzhal memiliki jangkauan 2.000 kilometer. Panjang rudal adalah 8 meter.

Militer Rusia telah mengonfirmasi penggunaan senjata canggih ini dalam perangnya di Ukraina. Amerika Serikat, sebagai sekutu Ukraina, juga memberikan konfirmasi soal penggunaan senjata tersebut.

4. Rudal Balistik 9K720 Iskander

Rudal balistik jarak pendek (SRBM) ini memimpin serangan Rusia di Ukraina. Iskander memiliki presisi untuk mencapai target 500 kilometer jauhnya.

Rudal ini telah menghancurkan rumah, rumah sakit dan sekolah di banyak kota di Ukraina. Iskander menjadi senjata serbaguna yang tersedia dalam berbagai versi—penghancur bunker, submunisi pintar, termobarik, dan bahkan EMP.

5. Bom 'Vakum'

Bom vakum atau bom termobarik adalah salah satu senjata perang paling brutal.

Bom ini diisi dengan bahan peledak dan campuran kimia, yang menyebabkan gelombang ledakan supersonik pada ledakan.

Gelombang ini dapat melenyapkan segala sesuatu di jalan mereka. Senjata tersebut disebut bom vakum karena bahan peledaknya menyedot oksigen dari udara sekitar untuk menghasilkan ledakan yang kuat.

Beberapa video telah di-posting oleh militer Kiev menunjukkan bom termobarik Rusia menghancurkan struktur utama di kota-kota beberapa bulan lalu.

6. Senjata Laser Zadira

Wakil Perdana Menteri Rusia Yury Borisov juga mengonfirmasi penggunaan senjata laser bernama Zadira dalam perang di Ukraina.

Zadira diklaim digunakan untuk membakar drone-drone yang dioperasikan Ukraina. Menurut militer Moskow, Zadira mampu membakar drone-drone musuh dari jarak 5 kilometer dalam waktu 5 detik.

Sementara itu, Ukraina memberikan perlawanan dengan senjata-senjata canggih pasokan negara-negara NATO. Berikut daftarnya:

1. Drone Bayraktar TB2 Turki

Drone Bayaraktar TB2 buatan Turki telah digunakan secara luas oleh Ukraina. Ini adalah drone yang dapat mengudara selama 27 jam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
Berita Terkini
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Infografis
Weizmann Institute,...
Weizmann Institute, Lab Senjata Canggih Israel Hancur Dirudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved