Taliban: Wanita Muslim Tak Pakai Jilbab Terlihat seperti Binatang

Jum'at, 17 Juni 2022 - 20:12 WIB
loading...
Taliban: Wanita Muslim...
Taliban menganggap wanita Muslim yang tidak mengenakan jilbab penutup seluruh tubuh berarti berusaha terlihat seperti binatang. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Otoritas Taliban yang berkuasa di Afghanistan menganggap wanita Muslimtanpa jilbab Islami yang menutupi seluruh tubuh berarti berusaha terlihat seperti binatang.

Anggapan itu disebar melalui poster-poster yang dipasang polisi agama Taliban di kota Kandahar.

Sejak merebut kekuasaan pada Agustus lalu, Taliban telah memberlakukan pembatasan keras terhadap perempuan Afghanistan, membalikkan keuntungan marjinal yang mereka buat selama dua dekade sejak Amerika Serikat menginvasi negara itu dan menggulingkan rezim kelompok itu sebelumnya.

Pada bulan Mei, pemimpin tertinggi negara itu yang juga kepala Taliban; Hibatullah Akhundzada, menyetujui sebuah dekrit yang mengatakan bahwa wanita umumnya harus tinggal di rumah.

Baca juga: Jerman Tidak Akan Akui Taliban sebagai Penguasa Sah Afghanistan

Mereka diperintahkan untuk menutupi diri mereka sepenuhnya, termasuk wajah mereka, jika mereka harus keluar di depan umum.

Minggu ini, Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan yang menegakkan interpretasi ketat kelompok Taliban terhadap Islam, memasang poster di seluruh kota Kandahar yang menunjukkan gambar burqa, sejenis pakaian yang menutupi tubuh wanita dari kepala hingga kaki.

“Wanita Muslim yang tidak mengenakan jilbab berusaha terlihat seperti binatang," bunyi poster-poster tersebut, yang telah ditempel di banyak kafe dan toko serta di papan iklan di Kandahar–pusat kekuatan de facto Taliban.

"Mengenakan pakaian pendek, ketat dan transparan juga bertentangan dengan keputusan Akhundzada," bunyi poster lainnya.

Juru bicara Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan di Ibu Kota Afghanistan; Kabul, tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Namun seorang pejabat tinggi setempat membenarkan bahwa poster-poster itu dipasang.

"Kami telah memasang poster-poster ini dan para wanita yang wajahnya tidak ditutupi (di depan umum) kami akan memberi tahu keluarga mereka dan mengambil langkah sesuai dengan keputusan tersebut," kata Abdul Rahman Tayebi, kepala kementerian di Kandahar, kepada AFP yang dilansir Jumat (17/6/2022).

Keputusan Akhundzada memerintahkan pihak berwenang untuk memperingatkan dan bahkan menangguhkan pekerjaan kerabat laki-laki dari perempuan yang tidak mematuhi.

Di luar Kabul, burqa yang wajib dikenakan bagi wanita di bawah kekuasaan pertama Taliban adalah hal biasa.

Pada hari Rabu, kepala hak asasi manusia (HAM) PBB Michelle Bachelet mengecam pemerintah Islam garis keras di Afghanistan atas "penindasan sistematis yang dilembagakan" terhadap perempuan.

"Situasi mereka kritis," katanya.

Setelah kembali berkuasa, Taliban telah menjanjikan versi yang lebih lembut dari sistem pemerintahan mereka sebelumnya yang keras, yang diberlakukan dari tahun 1996 hingga 2001.

Namun sejak Agustus, banyak pembatasan diberlakukan pada perempuan.

Puluhan ribu anak perempuan telah dikucilkan dari sekolah menengah, sementara perempuan dilarang kembali ke banyak pekerjaan pemerintah.

Perempuan juga dilarang bepergian sendirian dan hanya dapat mengunjungi taman umum di ibu kota pada hari-hari ketika pria tidak diizinkan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Legislator PKS Tegaskan...
Legislator PKS Tegaskan Pelarangan Penggunaan Jilbab Pegawai Rumah Sakit Langgar HAM
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
PBB: Israel Hancurkan...
PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup
Rekomendasi
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved