Diklaim 'Diperas' Trump Rp113,2 Triliun, Ini Respons Jepang
Rabu, 24 Juni 2020 - 15:21 WIB
loading...
A
A
A
"Aliansi Jepang-AS adalah aset publik yang berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas kawasan ini. Pengaturan yang menguntungkan untuk satu pihak tidak akan bertahan lama," ujar Kono.
Kono mengatakan dia tidak bisa mengomentari secara spesifik apa yang telah ditulis Bolton karena sejauh ini dia tidak berhasil mendapatkan salinan buku itu.
Buku Bolton juga mengklaim bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe telah diperdaya oleh Trump untuk bertindak sebagai mediator selama kunjungan ke Iran tahun lalu, hanya untuk membuat pemimpin AS menggunakan kegagalan sebagai pengungkit untuk tujuan sebenarnya, yakni untuk membuat Jepang membeli lebih banyak Produk pertanian Amerika. Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga menyangkal klaim itu.
"Kami telah bekerja erat dengan sekutu kami, Amerika Serikat, dalam mengurangi ketegangan dan menjaga stabilitas di Timur Tengah, termasuk Iran," kata Suga. (Baca juga: Pompeo Samakan Bolton dengan Snowden, Ancam Akan Menghukumnya )
"Dan untuk perjanjian perdagangan AS-Jepang, kami percaya itu adalah win-win and balanced agreement untuk Jepang dan Amerika Serikat. Oleh karena itu, tidak tepat untuk mengatakan bahwa AS memperdaya (Jepang). "
Kono mengatakan dia tidak bisa mengomentari secara spesifik apa yang telah ditulis Bolton karena sejauh ini dia tidak berhasil mendapatkan salinan buku itu.
Buku Bolton juga mengklaim bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe telah diperdaya oleh Trump untuk bertindak sebagai mediator selama kunjungan ke Iran tahun lalu, hanya untuk membuat pemimpin AS menggunakan kegagalan sebagai pengungkit untuk tujuan sebenarnya, yakni untuk membuat Jepang membeli lebih banyak Produk pertanian Amerika. Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga menyangkal klaim itu.
"Kami telah bekerja erat dengan sekutu kami, Amerika Serikat, dalam mengurangi ketegangan dan menjaga stabilitas di Timur Tengah, termasuk Iran," kata Suga. (Baca juga: Pompeo Samakan Bolton dengan Snowden, Ancam Akan Menghukumnya )
"Dan untuk perjanjian perdagangan AS-Jepang, kami percaya itu adalah win-win and balanced agreement untuk Jepang dan Amerika Serikat. Oleh karena itu, tidak tepat untuk mengatakan bahwa AS memperdaya (Jepang). "
Lihat Juga :