Rudal Jelajah Rusia Hancurkan Depot Ukraina Berisi Senjata Barat

Minggu, 12 Juni 2022 - 22:45 WIB
loading...
Rudal Jelajah Rusia Hancurkan Depot Ukraina Berisi Senjata Barat
Rudal Jelajah Rusia Hancurkan Depot Ukraina Berisi Senjata Barat. FOTO/Reuters
A A A
KIEV - Pasukan Rusia menembakkan rudal jelajah untuk menghancurkan depot besar yang berisi senjata pemberian dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa di wilayah Ternopil Ukraina barat, Interfax melaporkan pada Minggu (12/6/2022).

Gubernur wilayah Ternopil mengatakan, serangan roket ke kota Chortkiv yang ditembakkan dari Laut Hitam telah menghancurkan sebagian fasilitas militer, melukai 22 orang. Seorang pejabat setempat mengatakan, tidak ada senjata yang disimpan di sana. Reuters tidak dapat secara independen mengkonfirmasi akun yang berbeda.

Baca: Rusia Diprediksi Akan Kerahkan Senjata yang Lebih Mematikan

Laporan Interfax menyatakan, pasukan Rusia telah menggunakan rudal jelajah Kalibr untuk menyerang depot besar. Dikatakan juga pasukan Rusia telah menembak jatuh tiga jet tempur SU-25 Ukraina di dekat Donetsk dan Kharkiv di Ukraina timur.

“Pertahanan udara Rusia menembak jatuh sebuah pesawat MiG-29 dan Su-25 Angkatan Udara Ukraina di dekat pemukiman Snegiryovka di wilayah Nikolaev dan dekat pemukiman Alexandrovka di wilayah Kharkov dalam 24 jam terakhir,” jelas kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Letnan Jenderal Igor Konashenkov.

Selain itu, menurut Konashenkov, pertahanan udara Rusia mencegat tiga amunisi yang ditembakkan dari beberapa peluncur roket Uragan Ukraina di dekat pemukiman Dolgenkoye, Sukhaya Kamenka dan Malaya Kamyshevakha di wilayah Kharkov.

Baca: Ukraina Berupaya Selamatkan 3 Tentara Asing dari Hukuman Mati

Konashenkov juga mengatakan, 12 drone Ukraina telah jatuh di dekat Ilyichevka, Chkalovskoye, Krasnoye, Malye Prokhody, Zavody, Brazhkovka, Vernopolye, Ovodmitrovskaya dan Grushevakha di wilayah Kharkov, serta di dekat Vasilyevka, Stakhanov dan Teplogorsk di Republik Rakyat Lugansk.

Hingga kini, kota Sievierodonetsk telah menjadi pusat pertempuran untuk menguasai wilayah industri Donbas di timur, yang terdiri dari provinsi Luhansk dan Donetsk. Beberapa bagian kota telah hancur dalam beberapa pertempuran paling berdarah sejak Moskow memulai invasi pada 24 Februari.

Gubernur Luhansk Serhiy Gaidai mengatakan, pasukan Ukraina dan Rusia masih berperang di jalan-jalan Sievierodonetsk. Dia mengatakan bahwa sementara pasukan Rusia telah menguasai sebagian besar kota, pasukan Ukraina tetap mengendalikan kawasan industri dan pabrik kimia tempat ratusan warga sipil berlindung.

Baca: Putin Dilaporkan Punya Pengawal Khusus, Bertugas Kumpulkan Kotorannya

Setelah dipaksa untuk mengurangi tujuan kampanye awalnya, Moskow telah beralih untuk memperluas kontrol di Donbas, di mana separatis pro-Rusia telah menguasai petak wilayah sejak 2014.

Ukraina mengatakan sekitar 800 orang bersembunyi di tempat perlindungan bom di bawah pabrik Azot, termasuk karyawan dan penduduk kota.

"Tidak ada yang bisa mengatakan apakah dan berapa banyak korban telah terjadi dalam 24 jam terakhir di Sievierodonetsk, di mana pertempuran sengit berlanjut," kata Gaidai di aplikasi pesan Telegram pada hari Minggu.

"Semua orang ingin mengungsi sekarang, mungkin, tetapi sejauh ini tidak ada kemungkinan seperti itu," lanjutnya. “Di Lysychansk - kota kembar Sievierodonetsk di seberang Sungai Donets - seorang wanita tewas dalam serangan Rusia sementara empat rumah dan sebuah pusat perbelanjaan hancur,” kata Gaidai.

(esn)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1424 seconds (10.101#12.26)