Penembakan Massal Meningkat, Ribuan Warga AS Turun ke Jalan Tuntut Reformasi UU Senjata

Minggu, 12 Juni 2022 - 08:06 WIB
loading...
A A A
"Jika mereka tidak di pihak kita, akan ada konsekuensinya - memilih mereka keluar dari kantor dan membuat hidup mereka seperti neraka ketika mereka menjabat," katanya.

Pawai pertama dipicu oleh penembakan massal pada 14 Februari 2018, di mana 14 siswa dan tiga anggota staf oleh dibantai seorang mantan siswa di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida.

Pembantaian itu memicu terciptanya gerakan March For Our Lives yang dipimpin oleh pemuda, yang berhasil menekan pemerintah negara bagian Florida yang didominasi Partai Republik untuk memberlakukan reformasi pengendalian senjata.

Para siswa Parkland kemudian membidik undang-undang senjata di negara bagian lain dan secara nasional, meluncurkan March for Our Lives dan mengadakan rapat umum besar di Washington pada 24 Maret 2018.

Kelompok tersebut tidak mendapatkan hasil seperti di Florida pada tingkat nasional, tetapi telah bertahan dalam mengadvokasi pembatasan senjata sejak saat itu, serta berpartisipasi dalam upaya pendaftaran pemilih.

Sekarang, dengan serangkaian penembakan massal membawa kontrol senjata kembali ke dalam percakapan nasional, penyelenggara aksi akhir pekan ini mengatakan waktu yang tepat untuk memperbarui dorongan mereka untuk perombakan nasional.

Baca juga: Penembakan Massal di Philadelphia, 3 Tewas dan 11 Terluka

“Saat ini kami marah,” kata Mariah Cooley, anggota dewan March For Our Lives dan mahasiswa senior di Universitas Howard di Washington.

“Ini akan menjadi demonstrasi untuk menunjukkan bahwa kita sebagai orang Amerika, kita tidak akan berhenti dalam waktu dekat sampai Kongres melakukan pekerjaan mereka. Dan jika tidak, kami akan memilih mengeluarkan mereka,” tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan,...
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan, UU IKN Digugat Warga Dayak ke MK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved