Ukraina akan Terima Senjata Berat Jerman pada Tanggal Bersejarah
Minggu, 12 Juni 2022 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ukraina Akui Kalah Perang Artileri Lawan Rusia Meski Tembakkan 6.000 Bom Sehari
Melnyk tidak mengomentari pilihan tanggal tersebut. Sebaliknya, dia melanjutkan dengan mengatakan Ukraina selanjutnya akan menerima 15 sistem pertahanan udara self-propelled Gepard pada akhir Juli dan pengiriman 15 sistem Gepard lainnya sebulan kemudian.
Kementerian Pertahanan Jerman sebelumnya telah mengkonfirmasi rencananya untuk mengirim 15 sistem Gepard ke Ukraina pada Juli.
Berlin telah memasok senjata ke Kiev hampir sejak dimulainya operasi militer Rusia pada akhir Februari.
Namun, semua pengiriman sejauh ini hanya melibatkan senjata ringan, rudal anti-tank dan anti-udara portabel, serta amunisi dan bahan bakar.
Kebijakan pemerintah Jerman dalam hal ini telah banyak dikritik Kiev, beberapa negara Uni Eropa dan bahkan mitra koalisi Kanselir Jerman Olaf Scholz.
Melnyk sendiri tidak berbasa-basi saat mengkritik pemerintah Jerman dan bahkan menyebut Scholz sebagai "hati yang tersinggung" atas penolakannya berkunjung ke Kiev setelah pihak berwenang Ukraina menghina Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier pada pertengahan April.
Melnyk tidak mengomentari pilihan tanggal tersebut. Sebaliknya, dia melanjutkan dengan mengatakan Ukraina selanjutnya akan menerima 15 sistem pertahanan udara self-propelled Gepard pada akhir Juli dan pengiriman 15 sistem Gepard lainnya sebulan kemudian.
Kementerian Pertahanan Jerman sebelumnya telah mengkonfirmasi rencananya untuk mengirim 15 sistem Gepard ke Ukraina pada Juli.
Berlin telah memasok senjata ke Kiev hampir sejak dimulainya operasi militer Rusia pada akhir Februari.
Namun, semua pengiriman sejauh ini hanya melibatkan senjata ringan, rudal anti-tank dan anti-udara portabel, serta amunisi dan bahan bakar.
Kebijakan pemerintah Jerman dalam hal ini telah banyak dikritik Kiev, beberapa negara Uni Eropa dan bahkan mitra koalisi Kanselir Jerman Olaf Scholz.
Melnyk sendiri tidak berbasa-basi saat mengkritik pemerintah Jerman dan bahkan menyebut Scholz sebagai "hati yang tersinggung" atas penolakannya berkunjung ke Kiev setelah pihak berwenang Ukraina menghina Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier pada pertengahan April.
Lihat Juga :