AS Ternyata Bergantung pada China dan Rusia untuk Bisa Produksi Senjata

Sabtu, 11 Juni 2022 - 00:53 WIB
loading...
AS Ternyata Bergantung...
Amerika Serikat selama ini bergantung pada China dan Rusia untuk pasokan antimon, mineral penting dalam produksi senjata termasuk senjata nuklir. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah mengandalkan hampir seluruhnya pada China , dan untuk tingkat yang lebih rendah pada Rusia, dalam beberapa tahun terakhir untuk mendapatkan mineral sangat penting untuk memproduksi senjata.

Mineral sangat penting itu adalah antimon. Itu dibutuhkan Amerika untuk menjaga rantai pasokan industri pertahanan dan diperlukan untuk memproduksi segala sesuatu mulai dari peluru penusuk lapis baja, bahan peledak, senjata nuklir serta berbagai peralatan militer lainnya termasuk kacamata penglihatan malam.

Antimon sekarang berada di garis depan upaya Kongres baru-baru ini untuk menopang cadangan strategis mineral tanah jarang (rare earth), yang dikenal sebagai cadangan pertahanan nasional.

Cadangan tersebut mencakup banyak mineral lain yang penting bagi rantai pasokan industri pertahanan seperti titanium, tungsten, kobalt, dan lithium, tetapi para pembuat undang-undang memperkirakan akan bangkrut pada tahun fiskal 2025 tanpa tindakan korektif.

Komite Angkatan Bersenjata DPR AS mengambil langkah pertama untuk mengatasi cengkeraman China pada rantai pasokan antimon dalam rancangan undang-undang (RUU) yang dirilis Rabu.

Baca juga: Demi Jet Tempur F-35, AS Bersaing dengan China Peroleh Logam Tanah Jarang

Sebuah laporan yang menyertai RUU tersebut akan meminta manajer persediaan pertahanan nasional untuk memberi penjelasan singkat kepada komite tentang status antimon pada bulan Oktober sambil memberikan pandangan lima tahun mineral ini dan kerentanan rantai pasokan saat ini dan di masa depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Berita Terkini
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved