Gara-gara Rusia Invasi Ukraina, 9 Negara Desak NATO Perkuat Eropa Timur

Sabtu, 11 Juni 2022 - 00:20 WIB
loading...
Gara-gara Rusia Invasi...
Sembilan negara di Eropa Tengah dan Timur desak NATO perkuat sayap timurnya setelah Rusia menginvasi Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
BUCHAREST - Sembilan negara Eropa Tengah dan Timur pada hari Jumat (10/6/2022) meminta NATO untuk memperkuat sayap timurnya setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Sembilan negara itu semuanya anggota NATO. Desakan disampaikan dalam pertemuan para pemimpin Bulgaria, Republik Ceko, Estonia, Hongaria, Latvia, Lithuania, Polandia, Rumania, dan Slovakia di Ibu Kota Rumania; Bucharest.

Pertemuan itu digelar kurang dari tiga minggu menjelang pertemuan puncak (KTT) NATO di Madrid.

“Mengingat meningkatnya risiko keamanan di Rumania dan Laut Hitam, mengonsolidasikan NATO di sisi timurnya, secara terpadu dan seimbang, menjadi semakin mendesak dan krusial,” kata Presiden Rumania Klaus Iohannis pada pembukaan pertemuan, yang diketuai bersama dengan Presiden Polandia Andrzej Duda.

Baca juga: Eks Agen CIA: NATO Menuju Perang Langsung dengan Putin, Mungkin Jadi Perang Nuklir

"KTT Aliansi Atlantik akan menyusun visi jangka panjang...menempatkan pertahanan kolektif dan Pasal 5 di jantung tindakan," lanjut Iohannis, menganjurkan transformasi signifikan dari pencegahan dan postur pertahanan.

Pasal 5 NATO mengacu pada pertahanan kolektif, dan menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota adalah serangan terhadap seluruh anggota NATO.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg terpaksa melewatkan KTT bulan ini karena masalah kesehatan, tetapi akan bergabung dengan debat online.

Para kepala negara dari sembilan negara di Bucharest juga akan membahas dampak invasi Rusia terhadap keamanan “mitra rentan” NATO, termasuk Moldova dan Georgia.

Dalam percakapan telepon dengan Presiden Polandia pada hari Rabu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat terhadap keamanan sayap timur NATO dan berharap pertemuan di Bucharest akan berhasil.

Pada 2017, NATO mengerahkan kelompok tempur multinasional di negara-negara Baltik dan Polandia untuk menghalangi Rusia. Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada bulan Februari, aliansi militer tersebut mengirim bala bantuan ke sana.

Bulan lalu, Wakil Sekjen NATO Mircea Geoana mengatakan bahwa aliansi tidak lagi terikat oleh komitmen masa lalu untuk menahan diri dari mengerahkan pasukan di Eropa timur.

"Moskow telah membatalkan konten apa pun dalam Undang-Undang Pendiri NATO-Rusia dengan menyerang Ukraina dan menghentikan dialog dengan aliansi tersebut," kata Geoana kepada AFP.

Di bawah Undang-Undang Pendiri NATO-Rusia 1997, yang dimaksudkan untuk mengatur ulang hubungan antara Rusia dan NATO, kedua belah pihak sepakat untuk bekerja untuk mencegah penumpukan kekuatan konvensional yang berpotensi mengancam di wilayah Eropa yang disepakati, termasuk Eropa Tengah dan Timur.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
Alasan Sekutu Desak...
Alasan Sekutu Desak NATO Tunjukkan Kekuatan pada Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved