Negara yang Pernah Menjadi Bagian Kekaisaran Turki Utsmani

Jum'at, 10 Juni 2022 - 14:22 WIB
loading...
A A A
Penguasaan jalur perdagangan yang melewati Laut Merah sampai Sungai Tigris dan Eufrat, dan juga dari Iran ke Anatolia, Suriah, serta Mediterania menjadi elemen penting dalam upaya dinasti Ottoman untuk memastikan bahwa perdagangan timur-barat akan terus mengalir melalui wilayahnya, meskipun rute laut baru dibuka di sekitar Afrika.

Tapi, mungkin yang paling penting, Irak berfungsi sebagai zona penyangga, perisai yang melindungi Anatolia Ottoman dan Suriah dari gangguan Iran atau suku-suku Arab dan Kurdi yang keras kepala.

2. Hungaria

Turki Utsmani berhasil memasukkan bagian tengah kerajaan Hungaria, termasuk Budapest, ke dalam Kekaisaran Ottoman pada tahun 1541, di bawah kepemimpinan Suleiman I.

Kekaisaran Ottoman membagi wilayah Kerajaan Hungaria yang berada di bawah kendali mereka menjadi distrik administratif yang disebut eyalets.

Pejabat yang berkuasa di Hungaria Utsmaniyah adalah Pasha dari Budin. Hungaria Utsmani memiliki populasi sekitar 900.000 pada akhir tahun 1500-an, setengah dari Kerajaan Habsburg Hungaria dan kira-kira sama dengan Kerajaan Transylvania.

Antara 50.000 dan 80.000 orang Turki tinggal di eyalet yang dulunya milik Kerajaan Hungaria, kebanyakan dari mereka adalah pegawai negeri dan tentara.

Utsmani tidak memaksa orang-orang Kristen di kekaisaran untuk memeluk Islam.

Akhir kekuasaan Dinasti Turki Utsmani di Hungaria ditandai dengan Utsmaniyah yang secara resmi menyerahkan sebagian besar wilayah mereka di Kerajaan Hungaria kepada Monarki Habsburg melalui Perjanjian Karlowitz pada tahun 1699.

Bukti pemerintahan Utsmaniyah yang pernah berkuasa di wilayah Hungaria selama 150 tahun dapat dilihat dari segi budaya, bahasa, dan arsitektur Hungaria.

Beberapa kata pinjaman Turki yang berasal dari periode ini digunakan dalam bahasa Hungaria modern, seperti dohany (tembakau), kave (kopi) dan kefe (sikat).

Bangunan dan struktur utama Utsmaniyah yang masih berdiri di Hungaria adalah Masjid Pasha Qasim di Pecs, menara di Eger, dan makam penyair darwis Gul Baba serta pemandian Kiraly dan Rudas di Budapest.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
1 Lagi Tentara AS Tewas...
1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Trump Dilaporkan Dukung...
Trump Dilaporkan Dukung Presiden FIFA Infantino Jadi Sekjen PBB, Gantikan Guterres
Rekomendasi
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved