Tentara Bayaran Rusia Berjuluk Algojo Ditembak Mati Sniper Ukraina

Rabu, 08 Juni 2022 - 01:46 WIB
loading...
Tentara Bayaran Rusia...
Vladimir Andonov, tentara bayaran Rusia dari perusahaan militer swasta Wagner Group, dilaporkan ditembak mati sniper Ukraina di Kharkiv. Foto/New York Post
A A A
KIEV - Seorang tentara bayaran Rusia yang terkenal dengan julukan "algojo" dilaporkan telah ditembak mati sniper Ukraina di Kharkiv. Dia bernama Vladimir Andonov dari perusahaan militer swasta Wagner Group.

Laporan itu muncul dari beberapa media, termasuk surat kabar Rusia; Moskovsky Komsomolets.

Tak disebutkan tanggal kematian Andonov, namun Newsweek pada Selasa (7/6/2022) melaporkan bahwa dia tewas pada malam hari selama misi pengintaian di Kharkiv.

"Kematian Vladimir Andonov di Ukraina, lebih dikenal sebagai Vaha, telah diketahui," tulis surat kabar Moskovsky Komsomolets.

Menurut laporan Sky News, Andonov telah memainkan peran penting dalam penembakan massal tahanan perang Ukraina dan eksekusi warga sipil di wilayah Donbas.

Baca juga: PM Australia Janji Hadiri KTT G20 Bali: Saya Duduk dengan Jokowi, Bukan Putin

Laporan itu lebih lanjut menyebutakan bahwa tentara bayaran berusia 44 tahun tersebut secara sukarela mengambil bagian dalam penembakan massal di Ukraina.

Andonov dikenal sebagai bagian dari pasukan khusus Rusia di wilayah Donbas ketika Moskow merebut Crimea pada tahun 2014. Para tentara bayaran Wagner Group sebagian besar adalah mantan pasukan terjun payung atau pun pasukan operasi khusus.

Militer Rusia telah mengonfirmasi kematian Andonvo di aplikasi perpesanan Telegram.

Andonov diberi julukan "The Executioner" atau "Algojo" karena taktik brutal yang dia gunakan dalam misi sebelumnya di Suriah dan Libya.

Menurut laporan Newsweek, Andolov berasal dari Distrik Mogoytuysky, Siberia.

Kematian Andonov menandai kerugian lain bagi kubu militer Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah dua jenderal Rusia lainnya tewas pada hari Minggu. Mayor Jenderal Roman Kutuzov dan Letnan Jenderal Roman Berdnikov tewas di wilayah Donbas, sebagaimana diumumkan militer Ukraina.

Kematian kedua jenderal itu belum dikonfirmasi secara resmi oleh Moskow.

Sementara itu, pasukan Rusia dan sekutunya; separatis pro-Moskow, melakukan serangan besar di wilayah Donbas, Ukraina timur, dengan pertempuran sengit terjadi di kota Severodonetsk.

Sejak Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, pasukan Kiev mengeklaim telah membunuh beberapa petinggi Rusia tetapi jumlah pastinya tidak diketahui karena Moskow bungkam tentang kerugiannya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved