Washington Post: China diam-diam Bangun Pangkalan di Kamboja

Selasa, 07 Juni 2022 - 22:08 WIB
loading...
Washington Post: China...
Washington Post melaporkan China diam-diam membangun pangkalan di Kamboja. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - China sedang membangun pangkalan angkatan laut untuk militernya di Kamboja , dengan Beijing dan Phnom Penh berusaha keras untuk menyembunyikan operasi tersebut. Demikian laporan Washington Post mengutip pejabat Barat.

Seorang pejabat Barat, berbicara dengan syarat anonimitas, mengklaim fasilitas itu, yang menempati sebagian Pangkalan Angkatan Laut Ream Kamboja di Teluk Thailand, akan menjadi satu-satunya pos militer kedua China di luar negeri setelah pembukaan pangkalan di negara Djibouti di Afrika Timur pada tahun 2017.

Pangkalan tersebut dilaporkan terletak di sebelah barat Laut Cina Selatan, di mana Beijing memiliki klaim teritorial yang tumpang tindih dengan beberapa negara.

"Ini akan mampu menampung kapal angkatan laut besar," menurut sumber itu seperti dikutip Russia Today dari Washington Post, Selasa (7/6/2022).

Baca juga: China pada Australia: Bertindak Hati-hati atau Hadapi Konsekuensi Serius

Seorang pejabat yang dikutip Washington Post mengatakan kepemimpinan di Beijing melihat Indo-Pasifik sebagai wilayah pengaruh yang sah dan bersejarah bagi China.

“Mereka memandang kebangkitan China di sana sebagai bagian dari tren global menuju dunia multipolar di mana kekuatan-kekuatan besar dengan lebih kuat menegaskan kepentingan mereka dalam lingkup pengaruh yang mereka rasakan,” katanya.

“Pada dasarnya, China ingin menjadi begitu kuat sehingga kawasan itu akan menyerah pada kepemimpinan China daripada menghadapi konsekuensinya,” tambah sumber itu.

The Washington Post menulis bahwa upacara peletakan batu pertama di Pangkalan Angkatan Laut Ream akan berlangsung pada hari Kamis, dengan sumber itu mengklaim bahwa Beijing akan mengkonfirmasi keterlibatannya dalam perluasan fasilitas Kamboja selama acara tersebut, tetapi akan tetap bungkam tentang rencana untuk digunakan oleh militer China.

Baca juga: Cegat Pesawat Intai Australia, Jet Tempur China Disebut Lakukan Manuver Berbahaya

"Kesepakatan untuk membangun struktur baru di pangkalan itu diselesaikan pada tahun 2020, yang kemungkinan di masa depan militer China memiliki penggunaan eksklusif bagian utara pangkalan, sementara kehadiran mereka akan tetap disembunyikan,” kata seorang pejabat kedua kepada surat kabar yang berbasis di Amerika Serikat (AS) itu.

Sumber tersebut mengklaim untuk menjaga kerahasiaan, delegasi asing yang mengunjungi Pangkalan Angkatan Laut Ream hanya diizinkan mengakses sejumlah lokasi tertentu di dalam kompleks, sementara pasukan China di sana mengenakan seragam Kamboja atau pakaian sipil untuk menghindari kecurigaan.

“Apa yang telah kami lihat dari waktu ke waktu adalah pola yang sangat jelas dan konsisten dalam mencoba mengaburkan dan menyembunyikan tujuan akhir serta tingkat keterlibatan militer China,” kata pejabat itu.

“Kuncinya di sini adalah penggunaan fasilitas eksklusif (Tentara Pembebasan Rakyat China) dan memiliki pangkalan militer sepihak di negara lain,” imbuhnya.

Baca juga: Demi Jet Tempur F-35, AS Bersaing dengan China Peroleh Logam Tanah Jarang

Pejabat itu mengatakan Beijing dan Phnom Penh telah berusaha untuk merahasiakan proyek itu karena kekhawatiran tentang reaksi balik di Kamboja karena konstitusi negara Asia Tenggara itu melarang menjadi tuan rumah pangkalan militer negara lain.

"Sebagai ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tahun ini, Phnom Penh juga tidak ingin dilihat sebagai 'pion' orang China," tambahnya.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved