India Coba Redam Kemarahan Usai Munculnya Komentar Menghina Islam

Senin, 06 Juni 2022 - 22:48 WIB
loading...
India Coba Redam Kemarahan...
India Coba Redam Kemarahan Usai Munculnya Komentar Menghina Islam. FOTO/Reuters
A A A
MUMBAI - Pemerintah India pada Senin (6/6/2022) berusaha untuk menenangkan kemarahan di dalam dan luar negeri setelah dua pejabat partai BJP yang berkuasa membuat pernyataan tentang Nabi Muhammad SAW .

Kementerian Luar Negeri India mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa tweet dan komentar ofensif itu tidak mencerminkan pandangan pemerintah.

Baca: Diduga Hina Nabi Muhammad SAW, Muslim India Tuntut Jubir Partai PM Modi Dipenjara

"Tindakan keras telah diambil terhadap orang-orang ini oleh badan-badan terkait. Sangat disesalkan bahwa Sekretariat OKI sekali lagi memilih untuk membuat komentar yang memotivasi, menyesatkan dan nakal," kata Arindam Bagchi, juru bicara pemerintah India, seperti dikutip dari Reuters.

Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dalam sebuah pernyataan, mengatakan, penghinaan ini datang dalam konteks meningkatnya intensitas kebencian dan penghinaan terhadap Islam di India dan pelecehan sistematis terhadap Muslim.

Badan berpengaruh yang beranggotakan 57 negara itu mengutip keputusan terbaru untuk melarang jilbab di lembaga pendidikan di beberapa negara bagian India dan penghancuran properti Muslim untuk menyoroti apa yang dikatakannya sebagai sikap bias pemerintah India.

“Beberapa pejabat tinggi India terlibat dalam mengelola dampak diplomatic, karena negara-negara termasuk Qatar, Arab Saudi, Oman, UEA, Afghanistan, Pakistan dan Iran menuntut permintaan maaf dari pemerintah karena mengizinkan pernyataan yang menghina itu,” kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri India.

Baca: Arab Saudi Kecam Pernyataan Jubir Partai India yang Hina Nabi Muhammad

Selama akhir pekan, diplomat India yang ditempatkan di Teluk dan negara-negara Islam tetangga dipanggil oleh pejabat di negara-negara tersebut untuk memprotes komentar pejabat BJP.

Sementara itu, Angkatan Bersenjata Pakistan dalam sebuah tweet "mengutuk keras pernyataan penghujatan" oleh para pejabat India. "Tindakan keterlaluan itu sangat menyakitkan dan jelas menunjukkan tingkat kebencian yang ekstrem terhadap Muslim dan agama lain di India," sebut pernyataan tersebut.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) dalam laporan tahunannya kepada Kongres tentang kebebasan beragama internasional yang dirilis pada bulan Juni, menuduh bahwa serangan terhadap anggota komunitas minoritas, termasuk pembunuhan, penyerangan, dan intimidasi, terjadi di India sepanjang tahun 2021.

Arab Saudi, tempat kelahiran Islam dan rumah dari dua situs tersucinya, menyambut baik tindakan yang diambil oleh BJP untuk menangguhkan juru bicara itu dari pekerjaannya.

Baca: 5 Negara Islam Marah dengan Politisi India yang Menghina Nabi Muhammad SAW

Seorang pejabat senior di kedutaan Qatar di New Delhi mengatakan pemerintah Modi harus secara terbuka menjauhkan diri dari komentar tersebut.

"Melukai sentimen agama kami dapat secara langsung berdampak pada hubungan ekonomi," kata pejabat itu, seraya menambahkan bahwa mereka sedang memeriksa laporan tentang boikot barang-barang India oleh beberapa pemilik supermarket di Qatar.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Lagu Sedia Aku Sebelum...
Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan Viral di Australia, Gita Idgitaf Ungkap Sempat Tertekan
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Bidik Rekor Sempurna
Berita Terkini
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved