Rusia Akan Kembalikan 152 Mayat Prajurit Batalion Azov

Selasa, 31 Mei 2022 - 23:33 WIB
loading...
Rusia Akan Kembalikan...
Rusia akan mengembalikan mayat 152 mayat prajurit batalion Azov yang ditemukan di pabrik baja Azovstal. Foto/blazetrends.com
A A A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia berjanji untuk mengembalikan 152 mayat tentara Ukraina yang diklaim ditempatkan di atas ranjau di pabrik baja Azovstal.

Pejabat Kremlin mengatakan mayat-mayat itu ditempatkan di atas empat ranjau di sebuah van berpendingin yang dirancang untuk diledakkan untuk menodai reputasi Rusia di luar negeri.

Menurut Rusia, mayat para prajurit itu berasal dari batalion Azov Ukraina, sebuah kelompok yang telah lama disorot karena memiliki hubungan dengan Nazi.

Baca juga: Zelensky Kunjungi Ukraina Timur dan Tiba-tiba Pecat Kepala Keamanan Kharkiv

“Ketika memeriksa fasilitas bawah tanah pabrik logam Azovstal di Mariupol tempat Nazi dari batalion Azov Ukraina bersembunyi sebelum mereka menyerah, para prajurit Rusia menemukan sebuah van berpendingin. Van dengan sistem pendingin yang tidak digunakan menyimpan 152 mayat militan Ukraina yang tewas dan personel militer," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov, kepada outlet media pemerintah TASS yang dikutip Washington Examiner, Selasa (31/5/2022).

Konashenkov mengatakan kepala batalion Azov mengajukan petisi kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk bantuan memindahkan mayat-mayat itu keluar dari fasilitas itu untuk memastikan keluarga mereka bisa memberi mereka penguburan yang layak.

"Tapi, kata Konashenkov, tidak ada permintaan yang datang dari Kiev untuk pengambilan mayat, dan interogasi pasukan Azov yang ditangkap mengungkapkan Ukraina memerintahkan ranjau untuk ditanam di bawah tentara yang tewas.

Ia mengatakan ada cukup bahan peledak untuk menghancurkan semua mayat di dalam van dalam upaya untuk menyalahkan Rusia.

Baca juga: Rusia Sangkal Presiden Putin Sakit: Orang Waras Bisa Melihatnya

“Seperti yang terungkap dari interogasi terhadap militan batalion Azov yang ditangkap, ranjau telah ditanam atas instruksi langsung Kiev. Provokasi itu ditujukan untuk menuduh Rusia dengan sengaja menghancurkan sisa-sisa mayat dan mencegah pengambilannya untuk dikirim ke kerabat untuk menyelamatkan 'reputasi' politik rezim Kiev," tuding Konashenkov, menambahkan bahwa Rusia berencana untuk mengembalikan mayat ke Ukraina dalam waktu dekat.

Rusia belum memberikan bukti atas klaimnya.

Pabrik baja Azovstal adalah salah satu dari sisa-sisa perlawanan Ukraina di kota pelabuhan Mariupol yang bernilai strategis selama beberapa minggu. Awal bulan ini, Rusia mengklaim bahwa perlawanan terakhir Ukraina yang bersembunyi di pabrik menyerah, memberikan Kremlin salah satu kemenangan paling signifikan sejak memulai invasi ke Ukraina pada Februari.

Rusia telah menghadapi sejumlah kemunduran selama upaya invasinya. Pekan lalu, misalnya, pengadilan Rusia memutuskan memecat 115 anggota Garda Nasional negara itu yang diduga menolak mematuhi perintah untuk membantu pertempuran di Ukraina.

Baca juga: Intel Kiev: Pasukan Rusia di Ukraina Akan Habis Januari 2023

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved