Zelensky Ingatkan Krisis Pangan Makin Nyata Akibat Agresi Rusia

Minggu, 29 Mei 2022 - 13:39 WIB
loading...
Zelensky Ingatkan Krisis...
Presiden Ukraian Volodymyr Zelenzky memperingatkan krisis pangan makin nyata akibat agresi Rusia. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
JAKARTA - Presiden Volodymyr Oleksandrovych Zelensky mengingatkan dunia bahwa krisis pangan di sejumlah wilayah akan semakin nyata karena pasokan gandum Ukraina tertahan blokade yang dilancarkan Rusia .

“Pertempuran ini membawa krisis negara saya, Ukraina. Negara saya mengekspor puluhan ton gandum setiap tahun. Karena adanya peperangan ini dan Rusia telah memotong akses di Laut Hitam serta menduduki bagian dari wilayah kami menyebabkan rute perdagangan tradisional terblokir,” tuturnya dalam kegiatan diskusi Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) yang dihelat Jumat (27/5/2022) seperti dalam keterangan tertulis Kedubes Ukraina, Minggu (29/5/2022).

Hingga Maret 2022, lebih 300 kapal telah dilarang meninggalkan Laut Hitam oleh pasukan Rusia. Kapal-kapal berbendera asing tersebut mengangkut panen gandum Ukraina yang dalam setahun mampu menghasilkan sekitar 20 hingga 25 juta ton gandum per tahun.

Baca juga: Putin Bersedia Bahas Pengiriman Gandum Ukraina dari Pelabuhan Laut Hitam

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal bertindak selaku tuan rumah (host) kegiatan yang dihadiri sejumlah tokoh antara lain Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Dyah Roro Esti Widya Putri, anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar.

Dia mengingatkan Ukraina adalah salah satu menjadi pemasok gandum dan jagung bagi dunia. Sedikitnya Ukraina menyumbang 12 persen dari total ekspor gandum dunia sementara dalam hal pasokan jagung, Ukraina menyumbangkan 16 persen ekspor jagung dunia.

Sebelumnya negara-negara anggota G7 yang terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) memperingatkan jika perang di Ukraina telah memicu krisis pangan dan energi global yang mengancam negara-negara miskin.

Pertemuan para diplomat top G7 di Jerman pada Sabtu (14/5/2022) lalu menyatakan bahwa agresi sepihak Rusia terhadap Ukraina telah menjadi krisis global. Sedikitnya 50 juta orang, khususnya di Afrika dan Timur Tengah, akan menghadapi kelaparan dalam beberapa bulan mendatang.

Baca juga: Kremlin: Barat Harus Disalahkan Atas Krisis Gandum Ukraina

Hal ini dapat dihindari jika ditemukan cara untuk melepaskan gandum Ukraina yang menyumbang bagian yang cukup besar dari pasokan dunia. Kondisi ini diperberat dengan keputusan India untuk menahan ekspor gandum mereka.

Dampak krisis gandum tidak saja menimpa negara-negara Afrika dan Timur Tengah, mengutip Badan Pusat Statistik (BPS) hingga tahun lalu Indonesia mengimpor sedikitnya 2,8 juta ton gandum senilai USD843,6 juta. Perang berkepanjangan di Ukraina akan memberikan dampak langsung bagi harga komoditas tersebut.

“Kita tidak dapat mengirimkan produk tersebut ke pasar internasional yang sangat dibutuhkan dunia. Krisis ini telah terjadi untuk gandum dan pangan, dan ini merupakan suatu bencana. Beberapa negara importir sudah harus membuat keputusan untuk memotong ekspor produk pertanian untuk melindungi konsumsi dalam negeri dari krisis,” tutur Zelensky.

Dalam perhitungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lanjutnya, krisis di Ukraina yang berkepanjangan akan membuat lebih banyak lagi orang menderita karena kelaparan, dan ini merupakan keprihatinan bagi kita. Ini juga akan menimbulkan kekacauan politik dan kehancuran kehidupan sosial.

Baca juga: Buka Blokade Rusia Atas Pelabuhan Ukraina atau Dunia Dilanda Kelaparan

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Berita Terkini
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved