Harga Melonjak, Arab Saudi Hasilkan Rp14,5 Triliun per Hari dari Ekspor Minyak
Sabtu, 28 Mei 2022 - 17:07 WIB
loading...
Tangki minyak di fasilitas Saudi Aramco di Abqaiq, Arab Saudi, 12 Oktober 2019. Foto/REUTERS/Maxim Shemetov
A
A
A
RIYADH - Arab Saudi menghasilkan sekitar USD1 miliar (Rp14,5 triliun) per hari dari ekspor minyak karena nilai komoditas meroket ke harga tertinggi dalam enam tahun.
Menurut kantor statistik Saudi, ekspor minyak dari Kerajaan mencapai USD30 miliar pada Maret, dengan produksi minyak mentahnya telah meningkat menjadi 10,3 juta barel per hari bulan itu, dengan rata-rata USD112 per barel.
Hampir USD1 miliar menghasilkan keuntungan per hari, menandai peningkatan 123% dari tahun ke tahun. Tahun ini saja, harga telah naik sekitar 50%.
Baca juga: Iran Sita 2 Kapal Tanker Yunani, Athena Protes Pembajakan
Kenaikan tajam harga terjadi di tengah invasi Rusia ke Ukraina yang diluncurkan tiga bulan lalu dan telah mengguncang pasar di seluruh dunia, termasuk minyak mentah.
Baca juga: Kargo Minyaknya Disita, Iran Sebut AS Lakukan Pembajakan
Terlepas dari perang dan penolakan ekspor minyak Rusia oleh negara-negara barat, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC+) telah memutuskan mereka akan tetap berpegang pada kenaikan kecil dalam produksi minyak dan tidak mungkin mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh kurangnya pasokan minyak Rusia ke Uni Eropa (UE).
Menurut kantor statistik Saudi, ekspor minyak dari Kerajaan mencapai USD30 miliar pada Maret, dengan produksi minyak mentahnya telah meningkat menjadi 10,3 juta barel per hari bulan itu, dengan rata-rata USD112 per barel.
Hampir USD1 miliar menghasilkan keuntungan per hari, menandai peningkatan 123% dari tahun ke tahun. Tahun ini saja, harga telah naik sekitar 50%.
Baca juga: Iran Sita 2 Kapal Tanker Yunani, Athena Protes Pembajakan
Kenaikan tajam harga terjadi di tengah invasi Rusia ke Ukraina yang diluncurkan tiga bulan lalu dan telah mengguncang pasar di seluruh dunia, termasuk minyak mentah.
Baca juga: Kargo Minyaknya Disita, Iran Sebut AS Lakukan Pembajakan
Terlepas dari perang dan penolakan ekspor minyak Rusia oleh negara-negara barat, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC+) telah memutuskan mereka akan tetap berpegang pada kenaikan kecil dalam produksi minyak dan tidak mungkin mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh kurangnya pasokan minyak Rusia ke Uni Eropa (UE).
Lihat Juga :