Duel Udara, MiG-29 Ukraina Tembak Jatuh Jet Tempur Canggih Su-35 Rusia
Sabtu, 28 Mei 2022 - 11:33 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: AS Siap Kirim Sistem Rudal Jarak Jauh ke Ukraina, Rusia Bisa Diinvasi Balik
Pakar militer Inggris, Edward Stringer, menilai perang udara Rusia telah berlangsung buruk. “Angkatan Udara Rusia masih tidak menunjukkan tanda-tanda menjalankan kampanye untuk mendapatkan superioritas udara,” kata Stringer, yang merupakan pensiunan Marsekal Udara Inggris, kepada Newsweek.
Pekan lalu, jet tempur Su-35 seperti yang ditembak jatuh pada hari Jumat mengebom target di Ukraina. "Menghancurkan infrastruktur militer Pasukan Bersenjata Ukraina selama operasi militer khusus," kata Kementerian Pertahanan Rusia saat itu.
Menurut militer Rusia, sejak 24 Februari 2022 mereka telah menghancurkan 179 pesawat tempur, 127 helikopter, 1.019 kendaraan udara tak berawak, 323 sistem pertahanan udara, 3.266 tank dan kendaraan tempur lapis baja, 433 sistem peluncuran roket ganda, 1.682 sistem artileri dan 3.190 kendaraan militer.
Selain itu, selama konflik tiga bulan, Rusia telah menembakkan lebih banyak rudal daripada yang dilakukan negara lain sejak Perang Dunia II.
Sementara itu, banyak orang di elite Rusia yang dilaporkan berbalik menentang Presiden Vladimir Putin dan perangnya, dan bahkan tokoh pemerintah mulai mengkritiknya karena menolak mundur dari Ukraina.
Pakar militer Inggris, Edward Stringer, menilai perang udara Rusia telah berlangsung buruk. “Angkatan Udara Rusia masih tidak menunjukkan tanda-tanda menjalankan kampanye untuk mendapatkan superioritas udara,” kata Stringer, yang merupakan pensiunan Marsekal Udara Inggris, kepada Newsweek.
Pekan lalu, jet tempur Su-35 seperti yang ditembak jatuh pada hari Jumat mengebom target di Ukraina. "Menghancurkan infrastruktur militer Pasukan Bersenjata Ukraina selama operasi militer khusus," kata Kementerian Pertahanan Rusia saat itu.
Menurut militer Rusia, sejak 24 Februari 2022 mereka telah menghancurkan 179 pesawat tempur, 127 helikopter, 1.019 kendaraan udara tak berawak, 323 sistem pertahanan udara, 3.266 tank dan kendaraan tempur lapis baja, 433 sistem peluncuran roket ganda, 1.682 sistem artileri dan 3.190 kendaraan militer.
Selain itu, selama konflik tiga bulan, Rusia telah menembakkan lebih banyak rudal daripada yang dilakukan negara lain sejak Perang Dunia II.
Sementara itu, banyak orang di elite Rusia yang dilaporkan berbalik menentang Presiden Vladimir Putin dan perangnya, dan bahkan tokoh pemerintah mulai mengkritiknya karena menolak mundur dari Ukraina.
Lihat Juga :