Wanita Ini Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Suaminya yang Miliki Banyak Selingkuhan

Kamis, 26 Mei 2022 - 13:43 WIB
loading...
Wanita Ini Sewa Pembunuh...
Wanita di India sewa pembunuh bayaran untuk menghabisi suaminya yang memiliki banyak selingkuhan. Foto/SINDOnews.com/Ilustrasi
A A A
NEW DELHI - Seorang wanita di India frustrasi dengan ulah nakal sang suami yang memiliki banyak selingkuhan . Dia kemudian menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi sang suami.

Wanita tersebut, Chander Kala alias Chanda (28), ditangkap polisi atas tuduhan mendalangi pembunuhan suaminya di Delhi.

Si pembunuh bayaran, Jumman alias Jumma, juga ditangkap polisi. Kedua tersangka telah dibawa ke pengadilan.

Pejabat polisi setempat, Sameer Sharma, seperti dikutip India.com, Kamis (26/5/2022), mengatakan laporan mengenai pembunuhan di dekat Holy Convent School Deep Enclave, Part 2, diterima di Kantor Polisi Ranhola pada 18 Mei 2022.

Staf polisi bergegas ke tempat kejadian dan memeriksanya secara menyeluruh, di mana mereka menemukan bahwa seorang pria sedang berbaring di tempat tidur dalam genangan darah.

Baca juga: Suaminya yang Kaya Selingkuh, Wanita Ini Balas Dendam dengan Tiduri 100 Pria Beristri

Korban, yang diidentifikasi sebagai Veer Bahadur Verma (50), dipindahkan ke rumah sakit DDU, di mana dia dinyatakan meninggal.

Oleh karena itu, polisi mendaftarkan sebuah kasus di bawah Pasal 302, 120 B dan 34 Undang-Undang Pidana India dan memulai penyelidikan.

Selama penyelidikan, ditemukan korban dan istrinya sering bertengkar. Istri korban diinterogasi, tetapi dia terus mengubah versi dan pernyataannya.

Istri korban, Chander Kala, awalnya mengatakan kepada polisi bahwa beberapa perampok memasuki rumahnya dan menjarah uang beserta perhiasannya setelah secara brutal menyerang suaminya.

Namun, polisi tidak puas karena pernyataannya tentang "perampokan" tidak konsisten.

Setelah itu, polisi memeriksa rekaman CCTV di mana pria bernama Jumman, yang dikenal dengan karakter buruk di daerah itu, terlihat berkeliaran dengan mencurigakan di dekat tempat kejadian perkara.

Polisi memperoleh catatan detail panggilan telepon Chander Kala dan selama analisis, terungkap bahwa dia berhubungan dengan Jumman dan telah melakukan beberapa panggilan telepon kepadanya dalam beberapa minggu terakhir.

Akhirnya, setelah diinterogasi, Chander Kala mengakui perbuatannya.

Chander Kala mengungkapkan bahwa sekitar 13-14 tahun yang lalu dia bekerja di toko pakaian Veer Bahadur Verma, di mana Verma sering menganiaya dirinya tetapi karena kondisi keuangannya yang lemah Chander Kala tidak pernah menentangnya.

Setelah itu, dia menikah dengan Veer Bahadur Verma meskipun dia menyadari fakta bahwa pria sudah menikah dan memiliki anak.

Tapi suaminya lebih sering menghabiskan waktu dengan istri pertamanya. Bahkan, yang membuatnya frustrasi, sang suami juga memiliki sekitar tiga wanita selingkuhan.

Chander Kala beberapa minggu yang lalu berbagi penderitaannya dengan Nargis, seorang wanita yang dulu bekerja di toko pakaian milik suaminya.

Nargis memberi tahu Chander Kala bahwa saudara laki-lakinya, Jumman, adalah seorang penjahat dan baru saja keluar dari penjara dan dapat membantunya.

"Jadi, dia melakukan kontak dengan Jumman tetapi kemudian Nargis meninggal karena kanker darah," kata pejabat polisi senior tersebut.

Kemudian, Chander Kala, akhirnya, memutuskan untuk menyingkirkan suaminya dan menawarkan Rs1,5 lakh kepada Jumman untuk melenyapkan suaminya.

Pada 18 Mei 2022, Chander Kala sengaja membiarkan pintu gerbang rumahnya terbuka saat suaminya sedang tidur. Jumman masuk dan memukul dua kali dengan palu di kepala korban.

Chander Kala dan Jumman juga berusaha membuatnya tampak seperti perampokan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Berita Terkini
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved