Coba Lari dari Kamp Internir, Muslim Uighur Bakal Ditembak Mati
Rabu, 25 Mei 2022 - 14:51 WIB
loading...
A
A
A
"Saya belum pernah melihat yang seperti itu sebelumnya. Ini sangat meresahkan dan menunjukkan bahwa ini jelas bukan pusat pelatihan kejuruan," kata Bremberg.
"Mereka melihat ini sebagai fokus keamanan yang berpotensi mengandung atau berpotensi membunuh apa yang mereka pandang sebagai orang berbahaya yang berpotensi melarikan diri," imbuhnya seperti dikutip dari media yang berbasis di AS itu, Rabu (25/5/2022).
Tahanan Uighur juga dibelenggu, diborgol, dan ditutup matanya setiap kali mereka diangkut keluar dari kamp, kata laporan itu. Gambar penjaga bersenjatakan tongkat dan senjata otomatis serta menara pengawas yang dilengkapi dengan senapan mesin termasuk dalam kebocoran laporan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca juga: AS Beri Sanksi Baru Kepada China Atas Penganiayaan Terhadap Minoritas
Pejabat China telah menyangkal keberadaan kamp interniran selama bertahun-tahun.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan bahwa materi yang dibagikan dalam laporan tersebut mewakili contoh terbaru dari kampanye kotor oleh pasukan anti-China, menurut South China Morning Post.
"Mereka melihat ini sebagai fokus keamanan yang berpotensi mengandung atau berpotensi membunuh apa yang mereka pandang sebagai orang berbahaya yang berpotensi melarikan diri," imbuhnya seperti dikutip dari media yang berbasis di AS itu, Rabu (25/5/2022).
Tahanan Uighur juga dibelenggu, diborgol, dan ditutup matanya setiap kali mereka diangkut keluar dari kamp, kata laporan itu. Gambar penjaga bersenjatakan tongkat dan senjata otomatis serta menara pengawas yang dilengkapi dengan senapan mesin termasuk dalam kebocoran laporan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca juga: AS Beri Sanksi Baru Kepada China Atas Penganiayaan Terhadap Minoritas
Pejabat China telah menyangkal keberadaan kamp interniran selama bertahun-tahun.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan bahwa materi yang dibagikan dalam laporan tersebut mewakili contoh terbaru dari kampanye kotor oleh pasukan anti-China, menurut South China Morning Post.
Lihat Juga :