Bendung Covid-19, Beijing Desak Jutaan Orang Bekerja dari Rumah

Selasa, 24 Mei 2022 - 00:38 WIB
loading...
Bendung Covid-19, Beijing...
Bendung Covid-19, Beijing Desak Jutaan Orang Bekerja dari Rumah. FOTO/Reuters
A A A
BEIJING - Otoritas Beijing memperluas panduan kerja dari rumah bagi 22 juta penduduknya. Langkah ini diambil untuk membendung wabah COVID-19 yang terus-menerus menerpa ibu kota China itu.

Seperti dilaporkan Reuters, pada Senin (23/5/2022), ibukota China melaporkan 99 kasus baru terdeteksi, naik dari 61 pada hari sebelumnya. Sementara di Shanghai kurang dari 600 kasus harian dilaporkan pada 22 Mei.

Baca: Meski Negatif Covid-19, Ribuan Penduduk Beijing Tetap Dikarantina

Meskipun tidak ada pengumuman baru tentang daerah yang ditutup di Beijing, lima dari 16 distrik kota menyarankan penduduk untuk bekerja dari rumah dan menghindari pertemuan. Mereka yang ingin pergi bekerja harus memiliki hasil negatif tes PCR yang diambil dalam waktu 48 jam, dan tidak boleh menyimpang dari perjalanan pulang-kerja mereka.

"Pencegahan dan pengendalian epidemi kota berada pada saat yang kritis," distrik Tongzhou Beijing memposting di akun WeChat pada Minggu malam. Otoritas distrik meminta penduduk yang bekerja di lima distrik lain untuk melakukan pekerjaan mereka dari rumah minggu ini.

"Satu langkah maju dan kemenangan sudah di depan mata. Satu langkah mundur, dan upaya sebelumnya akan sia-sia," lanjut pernyataan itu.

Beijing telah membatasi transportasi umum, meminta beberapa pusat perbelanjaan dan toko serta tempat lain untuk menutup dan menyegel gedung tempat kasus baru terdeteksi.

Baca: Redam Lonjakan Covid-19, China Tutup Semua Sekolah di Beijing

Di satu kompleks perumahan besar yang tidak berada di bawah perintah isolasi, rak telah disiapkan untuk pengiriman di pintu masuk, menurut penduduk, memicu kekhawatiran bahwa persiapan telah dilakukan untuk kontrol pergerakan yang lebih ketat.

Pembatasan di Beijing, Shanghai dan di tempat lain di China meninggalkan kerusakan ekonomi yang signifikan dan gangguan pada rantai pasokan global dan perdagangan internasional.

"Kami telah dipukul secara besar-besaran," kata seorang pemilik toko serba ada bermarga Sun, yang tokonya di Beijing hanya diizinkan beroperasi pada siang hari daripada jam buka 24/7 seperti biasanya. “Bahkan selama wabah Wuhan kami bisa tetap buka sepanjang waktu," lanjutnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Jutaan Orang Bagikan...
Jutaan Orang Bagikan Gambar, All Eyes on Rafah Menggema di Sosmed
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved