Bersitegang dengan AS, Rouhani Minta Militer Iran Waspada Aksi Provokasi
Sabtu, 25 April 2020 - 14:26 WIB
loading...
A
A
A
Ketegangan antara Iran dan AS menajam sejak 2018, ketika Trump menarik diri dari perjanjian nuklir Teheran 2015 dengan enam kekuatan dunia dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan.
Permusuhan melonjak pada awal Januari ketika komandan militer Iran Qassem Soleimani terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad. Iran membalas pada 9 Januari dengan menembakkan rudal ke pangkalan-pangkalan di Irak di mana pasukan AS ditempatkan.
Ulama penguasa Iran menganggap kehadiran militer AS di Timur Tengah sebagai ancaman bagi keamanan Teheran.
Menyulut ketegangan karena program nuklir dan rudal Teheran, Pengawal Iran pada hari Rabu mengatakan mereka telah berhasil meluncurkan satelit militer pertama negara itu ke orbit. Pengumuman itu mengundang protes dari Washington, London dan Paris. (Baca: Iran Klaim Sukses Luncurkan Satelit Militer Pertama )
Permusuhan melonjak pada awal Januari ketika komandan militer Iran Qassem Soleimani terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad. Iran membalas pada 9 Januari dengan menembakkan rudal ke pangkalan-pangkalan di Irak di mana pasukan AS ditempatkan.
Ulama penguasa Iran menganggap kehadiran militer AS di Timur Tengah sebagai ancaman bagi keamanan Teheran.
Menyulut ketegangan karena program nuklir dan rudal Teheran, Pengawal Iran pada hari Rabu mengatakan mereka telah berhasil meluncurkan satelit militer pertama negara itu ke orbit. Pengumuman itu mengundang protes dari Washington, London dan Paris. (Baca: Iran Klaim Sukses Luncurkan Satelit Militer Pertama )
(ber)
Lihat Juga :