Bersitegang dengan AS, Rouhani Minta Militer Iran Waspada Aksi Provokasi

Sabtu, 25 April 2020 - 14:26 WIB
loading...
Bersitegang dengan AS,...
Presiden Iran Hassan Rouhani. Foto/Al Jazeera
A A A
TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani meminta angkatan bersenjata Iran untuk menjaga stabilitas regional sambil tetap waspada terhadap "provokasi." Hal itu disampaikan Rouhani di tengah meningkatnya perang kata-kata dengan musuh bebuyutan mereka, Amerika Serikat (AS).

"Kita harus hati-hati mengikuti strategi guna memastikan stabilitas kawasan yang berkelanjutan sambil tetap menjaga kewaspadaan dan kehadiran otoritatif di wilayah itu," kata stasiun televisi pemerintah Iran mengutip pernyataan Rouhani kepada Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Amir Hatami melalui telepon seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (25/4/2020).

Sementara dalam sebuah telepon kepada komandan Garda Revolusi Mayor Jenderal Hossein Salami, Rouhani mengatakan: "merujuk pada tindakan provokatif oleh orang asing di kawasan itu dan perlunya menjaga kewaspadaan terhadap langkah-langkah ini," lapor televisi pemerintah Iran.

Sebelumnya pada Kamis lalu, Kepala Garda Revolusi Iran mengatakan Teheran akan menghancurkan kapal perang AS jika keamanannya terancam di Teluk. Pernyataan itu muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Teheran atas "pelecehan" terhadap kapal-kapal AS. (Baca: Iran: Kapal AS akan Dihancurkan Jika Masuki Teluk Persia )

Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa ia telah menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk menembaki setiap kapal Iran yang melecehkannya di laut, meskipun kemudian ia mengatakan tidak mengubah aturan keterlibatan militer. (Baca: Trump Perintahkan Hancurkan Kapal Iran Pengganggu Kapal Perang AS )

Awal bulan ini, militer AS mengatakan 11 kapal Angkatan Laut Pengawal Revolusi mendekati kapal Angkatan Laut dan Penjaga Pantai AS di Teluk, menyebut gerakan itu "berbahaya dan provokatif". (Baca: 11 Kapal Iran Kepung Beberapa Kapal Perang AS dalam Jarak 9 Meter )

Teheran menyalahkan musuh lamanya itu untuk insiden tersebut. Pada hari Kamis, Kementerian Luar Negeri Iran memanggil duta besar Swiss di Teheran, yang mewakili kepentingan AS di negara itu, atas ketegangan baru-baru ini antara Teheran dan Washington.

Ketegangan antara Iran dan AS menajam sejak 2018, ketika Trump menarik diri dari perjanjian nuklir Teheran 2015 dengan enam kekuatan dunia dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan.

Permusuhan melonjak pada awal Januari ketika komandan militer Iran Qassem Soleimani terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad. Iran membalas pada 9 Januari dengan menembakkan rudal ke pangkalan-pangkalan di Irak di mana pasukan AS ditempatkan.

Ulama penguasa Iran menganggap kehadiran militer AS di Timur Tengah sebagai ancaman bagi keamanan Teheran.

Menyulut ketegangan karena program nuklir dan rudal Teheran, Pengawal Iran pada hari Rabu mengatakan mereka telah berhasil meluncurkan satelit militer pertama negara itu ke orbit. Pengumuman itu mengundang protes dari Washington, London dan Paris. (Baca: Iran Klaim Sukses Luncurkan Satelit Militer Pertama )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Trump Tuduh Iran Mengulur...
Trump Tuduh Iran Mengulur Waktu Kesepakatan Damai: Mereka Harus Bayar Mahal!
Rekomendasi
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved