Perusahaan Minyak AS dan Eropa Diizinkan Beroperasi Lagi di Venezuela

Rabu, 18 Mei 2022 - 11:20 WIB
loading...
Perusahaan Minyak AS...
Pekerja di ladang minyak berjalan ke rig pengeboran di sumur minyak yang dioperasikan perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, di Orinoco, 16 April 2015. Foto/REUTERS/Carlos Garcia Rawlins
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah mengizinkan perusahaan minyak AS dan Eropa melanjutkan pekerjaan di Venezuela. Pernyataan itu diungkapkan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez pada Selasa (17/5/2022).

Pada Senin (16/5/2022), Associated Press (AP) melaporkan, mengutip dua pejabat senior AS, bahwa Washington sedang bersiap meringankan sebagian sanksi ekonomi terhadap Venezuela agar Chevron Corp dapat melanjutkan operasinya di negara tersebut.

"Pemerintah Bolivarian Venezuela telah memverifikasi dan mengkonfirmasi berita yang diterbitkan bahwa Amerika Serikat telah mengizinkan perusahaan minyak Amerika dan Eropa untuk bernegosiasi dan melanjutkan operasi di Venezuela," tweet Rodriguez.

Baca juga: Intel Rusia: AS Terus Rekrut Teroris ISIS untuk Berperang di Ukraina

Para pejabat AS mengatakan kepada wartawan bahwa jika ada kemajuan, mungkin ada peluang untuk keterlibatan AS dengan pemerintah Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Baca juga: Kapal Induk Ketiga China Segera Hadir, Latihan Perang Makin Gencar

Juga dikatakan pemerintahan Maduro dan oposisi akan segera melanjutkan dialog politik dan tergantung pada hasilnya, Washington dapat menyesuaikan kebijakan sanksinya untuk menambah atau mengurangi tekanan.

Baca juga: Anggota Kongres: Bantuan AS ke Ukraina Mirip Skema Pencucian Uang

Sebelumnya, dilaporkan AS telah memutuskan melanjutkan negosiasi dengan Venezuela di tengah sanksi ketat yang dikenakan pada pemasok energi Rusia.

Pada Maret, kedua belah pihak membahas kemungkinan pelonggaran sanksi minyak terhadap Caracas tetapi gagal membuat kemajuan yang signifikan.

Washington memperkenalkan paket pembatasan pertama terhadap Venezuela pada 2015, dengan alasan “pelanggaran hak asasi manusia.”

Sanksi diperpanjang setelah pemilu presiden yang berlangsung pada 2019.

AS, bersama dengan sejumlah negara Barat lainnya, tidak mengakui terpilihnya kembali Presiden Nicolas Maduro dan mendukung Juan Guaido, ketua Majelis Nasional yang dikuasai oposisi, sebagai "kepala negara sementara".

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved