Sebut Penembakan Massal New York Terorisme, Biden: Supremasi Kulit Putih Racun

Rabu, 18 Mei 2022 - 02:29 WIB
loading...
Sebut Penembakan Massal New York Terorisme, Biden: Supremasi Kulit Putih Racun
Presiden AS Joe Biden menyebut aksi penembakan massal di New York terorisme domestik. Foto/WIVB
A A A
NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memberikan pidato emosional saat mengunjungi Buffalo, New York, lokasi penembakan massal bermotif rasisme terjadi.

Dalam pidatonya, Biden tidak segan-segan menyebut penembakan massal mematikan yang menewaskan 10 orang itu sebagai tindakan terorisme domestik. Ia bahkan mengutuk ideologi rasis dari tersangka penembak.

"Supremasi kulit putih adalah racun. Racun ini mengalir melalui tubuh politik kita," kata Biden, menambahkan bahwa diam adalah sebuah "keterlibatan."

"Dan itu dibiarkan tumbuh dan membusuk tepat di depan mata kita," lanjutnya.

"Tidak lebih, tidak lebih. Kita perlu mengatakan sejelas dan sekuat yang kita bisa bahwa ideologi supremasi kulit putih tidak memiliki tempat di Amerika. Tidak ada," tegasnya.

Baca juga: Biden Kunjungi Situs Peringatan Korban Penembakan Massal New York



"Di Amerika, kejahatan tidak akan menang, saya berjanji. Kebencian tidak akan menang. Supremasi kulit putih tidak akan memiliki kata terakhir. Kejahatan memang datang ke Buffalo dan itu datang ke terlalu banyak tempat, dimanifestasikan dalam orang-orang bersenjata yang membantai orang yang tidak bersalah atas nama ideologi kebencian dan sesat, berakar pada ketakutan dan rasisme. Itu diambil begitu banyak," ia menambahkan seperti dikutip dari CNN, Rabu (18/5/2022).

Biden kemudian mengingat setiap korban penembakan di sebuah toko kelontong yang sering dikunjungi oleh sebagian besar pelanggan kulit hitam, menjadi tampak emosional ketika dia menggambarkan bagaimana mereka diingat oleh keluarga dan komunitas mereka.

Di antara para korban, dia menggambarkan bagaimana Celestine Chaney berada di toko untuk membeli stroberi untuk membuat shortcake, bagaimana Roberta Drury pindah kembali ke rumah untuk membantu saudara laki-lakinya yang menjalani transplantasi sumsum tulang dan membeli bahan makanan untuk makan malam, dan bagaimana Andre Mackniel pergi untuk membelikan putranya yang berusia 3 tahun kue ulang tahun.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1831 seconds (10.101#12.26)